7.690 Warga Erupsi Sinabung Terima Bantuan

Karo, Indikatornews.com – Sebanyak 7.690 warga di tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara hari ini menerima Bantuan Jaminan Hidup dari pemerintah sebesar Rp6.921.000.000, yang disampaikan secara simbolis oleh Menteri Sosial RI Idrus Marham, bertempat di Pendopo Bupati Karo.

Menteri Sosial RI Idrus Marham menjelaskan, penerima bantuan jaminan hidup korban bencana erupsi Gunung Sinabung merupakan bagian dari Relokasi Tahap tiga, yakni di Siasor.

Mereka adalah warga dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Simpang Empat terdiri dari Desa Jeraya, Desa Pintu Besi, Desa Tiga Pancur, Desa Kuta Tengah, Desa Sukanalu Teran. Kecamatan Namanteran terdiri dari dua desa yakni Sigarang-garang dan Kuta Gugung. Kecamatan Tiganderket di Desa Mardinding.

“Gunakan uangnya sebesar-besarnya, untuk kepentingan keluarga dan semoga bantuan ini dapat meringankan beban hidup dan ekonomi warga terdampak erupsi Gunung Sinabung,” kata Idrus kepada media, usai menyerahkan bantuan, Senin (09/07/2018), seperti dikutip dari kemsos.go.id.

Sejak tahun 2014 hingga tahun 2018 bantuan untuk korban erupsi Gunung Sinabung terus disalurkan secara bertahap. Hal ini sebagaimana yang dipesankan Presiden Joko Widodo agar kebutuhan rakyat terdampak erupsi menjadi prioritas. Perlindungan dan jaminan sosial korban menjadi perhatian serius Presiden.

Mensos menyebutkan, bantuan untuk korban bencana erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara sejak tahun 2014 hingga Juli 2018 mencapai Rp79.083.590.818.

Bantuan tersebut terdiri dari bantuan Jaminan Hidup Rp12.070.980.000, bantuan Isi Hunian Tetap Rp4.434.000.000, Santunan Ahli Waris dan Luka Berat Rp250.000.000, bantuan Logistik Darurat Rp6.063.518.730, Bantuan Beras senilai Rp5.069.922.088, Bantuan Paket Sembako Rp249.800.000, Bantuan Program Penanggulangan Bencana Sosial Rp159.000.000, Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Rp25.650.930.000 dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera Rp25.135.440.000, paparnya.

Selanjutnya, bantuan tambahan lainnya adalah dua unit mobil angkutan anak sekolah, 24.000 kg ikan makarel, 250 paket sepatu anak sekolah, 250 paket seragam, tas dan alat tulis sekolah anak. Serta 80 baju hangat dan 20 unit kursi roda.

Pemerintah pada saat ini berfokus pada relokasi tahap kedua yakni Relokasi Mandiri dan penuntasan relokasi tahap 3 yang saat ini masih berada di Hunian Sementara (Huntara). Rencananya relokasi tahap 3 ini akan di relokasi ke kawasan Relokasi Siosar.

“Pemerintah turun tangan dan memastikan setiap anak bangsa yang tertimpa masalah harus diberikan bantuan,” tambahnya. (hms/vn)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »