Akibat Kekeringan Di Jawa Barat, Lebih dari 1.200 Hektar Tanaman Padi Puso

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Dari 5.200 hektar Tanaman Padi sawah di Jawa Barat terutama di daerah Indramayu, 6% nya sudah terdampak kekeringan dan terancam puso yang sudah mencapai lebih dari 1.200 hektar. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Ir. Hendy Jatnika, MM pada Hari Krida Pertanian (HKP) tingkat Jawa Barat ke-47 di Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya, selasa (16/7/2019). Khusus untuk Indramayu, hal tersebut karena proporsional sawahnya paling luas di Jawa Barat dan lahannya kebanyakan sawah tadah hujan,”papar Hendy

Dikatakan Hendy, hampir seluruh Kota/Kabupaten di wilayah Jawa Barat tanaman padi sawah mengalami kekeringan. Saat ini, Standing crof (Padi yang masih ada di sawah) seluas  5.200 hektar yang 6%-nya sudah terdampak. “Tercatat yang puso seluas diatas 1.200 hektar. Yang paling luas ada di wilayah Indramayu,” jelasnya.

Kadis Pertanian dan Hortikultura Prov. Jawa Barat Ir. Hendy Jatnika, MM

Terkait produktifitas, jika persentase penanaman hingga panen 2 juta hektar dan puso nya dibawah 5% tidak begitu berpengaruh terhadap target secara keseluruhan. Target tahun 2018 sebesar 12 juta ton gabah kering giling Jawa Barat surplus beras. Jika yang dihasilkan 10 juta ton gabah kering giling (beras 6 juta ton/60%),  konsumsi pangan dikisaran 3-4 juta ton beras. Jadi, masih ada surplus. Petani tidak menjual beras hasil panennya karena harus ada ketahanan pangan keluarga,” harap Hendy

Kekeringan di Jawa Barat selain Indramayu dirasakan pula oleh Kabupaten Sukabumi. Hal itu diutarakan Wakil Bupati Indramayu Adjo Sardjono, yang menyoroti timing waktu bertanam yang tepat serta larangan atau pengaturan dalam penebangan pohon sebagai penyedia atau penahan air. Ada 4.200 hektar dari 64.000 hektar lahan sawah di Sukabumi yang terancam kekeringan dan yang sudah puso lebih dari 700 hektar. “Untuk produksi beras kami masih surplus 300 ribu ton,” kata Adjo

Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono (batik) didampingi Kadistan Kab. Sukabumi H. Sudrajat (kiri)

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Ir. H Sudrajat, MM dalam mengatasi kekeringan, Sukabumi sebagai salah satu penghasil bawang merah dan bawang putihsedang mengembangkan tanaman bawang merah lebih dari 30 hektar.“Untuk bawang putih sedang ditanam pada 22 hektar dan kedepan dikembangkan hingga 300 hektar,” ujarnya. Sukabumi pun kata Dia, sedang mengembangkan bunga chrisan dan sedang mempersiapkan festival bunga tanggal 15 september 2019 di Pelabuhan Ratu

Namun demikian, mengacu pada pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rudzanul Ulum bahwa Jawa Barat sudah panen 1 juta hektar yang menghasilkan padi minimal sekitar 6-7 juta ton beras sehingga untuk pangan di saat musim kemarau untuk Jawa Barat aman. Selain itu, bantuan untuk mengatasi kekeringan sudah diberikan pihak provinsi berupa mesin, paralon dan kebutuhan lainnya @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »