ANIES TINJAU PELAKSANAAN KSD OPTIMALISASI TPST BANTARGEBANG

Indikatornews.com

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peninjauan pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah Nomor 27 tentang Optimalisasi TPST Bantargebang di Kelurahan Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/1). Dalam kesempatan itu, Gubernur Anies menyaksikan penandatanganan kerja sama penelitian sampah antara Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dengan PT Holcim Indonesia dan penandatanganan serah terima pinjam-pakai truk sampah kepada Pemerintah Kota Bekasi. Gubernur Anies juga melakukan penandatanganan dua prasasti, yaitu untuk Masjid Al-Ikhlas dan pencucian truk sampah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anies menyampaikan, truk sampah yang membawa sampah dari DKI Jakarta ke TPST Bantargebang perlu dibersihkan dengan fasilitas khusus, tidak sekadar dibersihkan dengan air semata. “Karena itu, saya sampaikan kepada Kepala Dinas LH, Key Performance Indikator (KPI) untuk semuanya. Baik itu TPS, alat untuk transportasinya disebut sukses bila tidak bau. Karena begitu tidak bau, maka di belakangnya ada sebuah ikhtiar kompleks, salah satunya adalah pembersihannya yang rutin,” jelas Gubernur Anies.

Gubernur Anies berharap dengan adanya fasilitas cuci ini, maka truk sampah yang masuk dan keluar DKI Jakarta lebih bersih dan tidak berbau. Gubernur Anies menyebut, bila truk ini datang dan kembali untuk mengambil sampah, maka selama di perjalanan truk ini tidak boleh membawa bau. Dengan adanya pencucian truk ini, Gubernur Anies juga mengimbau agar seluruh fasilitas dapat terawat dan terjaga dengan baik, termasuk kebersihan dari tempat pencucian.

“Karena itu, tempat ini harus terjaga, bersih, rapi, terawat. Dan bila ini kita bisa lakukan dengan baik, harapannya kita bisa memiliki fasilitas ini di beberapa tempat yang lain. Sehingga, bukan saja di TPST Bantargebang, tapi juga mungkin di tempat lain di DKI Jakarta, kita memiliki fasilitas di mana pembersihan bisa dilakukan sambil parkir,” harap Gubernur Anies.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menambahkan, sampah yang diproduksi oleh warga DKI Jakarta yang dibawa ke TPST Bantargebang saat ini telah berada di angka 7.400 ton per hari, dengan jumlah sampah mencapai 1.278 per harinya. “Bahwa kapasitas TPST Bantargebang diperkirakan (memuat) sebesar 49 juta ton yang mana saat ini sudah berisi 39 juta ton, sehingga hanya bersisa 10 juta ton lagi yang diprediksi di tahun 2021 sudah akan penuh. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah sampah di DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan kegiatan strategis daerah khususnya untuk Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, yaitu pembangunan ITF, pengurangan sampah di sumber, dan optimalisasi TPST Bantar Gebang,” jelas Isnawa.

Untuk pengembangan KSD Optimalisasi Bantar Gebang ini, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mempunyai target dan harapan ingin menjadikan TPST Bantar Gebang sebagai TPST ramah lingkungan dan TPST ramah sosial. “Berbagai kegiatan yang sudah kami lakukan, yang pertama adalah kami memelihara kondisi landfill kami dengan melakukan penutupan dan menggunakan geo membrane dan tanah merah. Kedua, kami terus melakukan pemeliharaan terhadap jalan operasional yang ada di kawasan ini. Yang ketiga, kami juga melakukan upaya memelihara instalasi pengolahan air sampah atau biasa kita sebut dengan IPAS beserta salurannya. Kami juga melakukan penghijauan dan mengoperasikan pusat daur pulang kompos serta berbagai kegiatan lainnya,” papar Isnawa.

Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Biro Tata Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Perwakilan BPPT, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Kepala Dinas LH Kota Bekasi Jumhana Lutfi, Camat Bantar Gebang Asep Gunawan, dan Lurah Ciketing Udik.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »