APRESIASI PEMENANG DAN PESERTA LOMBA KOMPETISI LOGO JAK LINGKO

Jakarta, Indikatornews.com

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pengembangan dari Program Integrasi Transportasi Publik Antar Moda di Jakarta. Setelah pada Senin (8/10/2018) lalumeluncurkan dan memperkenalkan Jak Lingko sebagai transformasi dari Program OK-OTrip, Pemprov DKI Jakarta kali ini mengadakan kompetisi untuk merancang logo Jak Lingko. Kompetisi ini mengajak segenap lapisan masyarakat Indonesia untuk dapat menyampaikan gagasan atau ide terbaik dalam rangka mendesain logo Jak Lingko.

Dalam pelaksanaan kompetisi ini, selain PT Transjakarta, Pemprov DKI Jakarta juga berkolaborasi dengan Asosiasi Design Grafis Indonesia (ADGI). Setelah melalui proses seleksi, Pemprov DKI Jakarta mengumumkan Pemenang Kompetisi Logo Integrasi Moda Transportasi Umum di DKI Jakarta, Jak Lingko, di Balairung, Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

“Alhamdulillah, satu bulan terlewatkan dan program untuk kita memilih logo bagi Jak Lingko, tuntas. Hari ini kita menentukan pemenangnya, karya gambarnya yang dirancang oleh Malvin Santoso. Terima kasih seluruh yang terlibat, khususnya ADGI, yang terlibat penuh dalam menangani proses pemilihan ini. Kami mengapresiasi ini sebuah kegiatan yang punya dasar profesionalisme,” ujar Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan.

Logo ini, tambah Gubernur Anies, akan memiliki dampak yang amat besar pada begitu banyak aspek kegiatan transportasi di kota Jakarta. Sebab, ke depannya, logo ini akan digunakan di semua trasportasi umum tertentu yang prosesnya dilakukan secara bertahap. Sehingga, diharapkan semua moda transportasi umum di Jakarta akan menggunakan rujukan logo ini sebagai tanda adanya integrasi.

“Masing-masing (moda transportasi umum) memiliki nama dan logo, tapi di dalam satu sistem yang satu kesatuan. Di mana ada rute yang saling beririsan, ada tiket yang saling bisa digunakan, dan ada manajemen yang saling bekerja sama,” terang Gubernur Anies.

Untuk diketahui, proses seleksi selama satu bulan ini, melibatkan 126 peserta yang mengikuti kompetisi logo Jak Lingko. Dewan Juri melakukan penjurian terhadap hasil karya peserta kompetisi untuk melihat sejumlah aspek, antara lain konsep, visibilitas, keunikan, aplikatif, fungsi atau pun solusi. Dari 126 peserta, selanjutnya terseleksi menjadi 35 besar, 10 besar, 3 besar, dan akhirnya terpilih 1 pemenangnya.

Kepada Dirut Transjakarta, Gubernur Anies meminta agar seluruh 126 peserta mendapatkan sertifikat apresiasi khusus. “Mereka sudah memilih menghibahkan, tenaga, pikiran, waktu untuk ikut merancang. Ini juga menandakan Jakarta terbuka bagi semua, (sebab) ketika ikut kompetisi, tidak ada persyaratan KTP DKI, kreativitas itu tidak dibatasi, siapa saja bisa ikut,” tambah Gubernur Anies.

Gubernur Anies menjelaskan pemberian apresiasi kepada pemenang dan para peserta kompetisi, sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih. Dengan harapan semakin memacu semangat dalam berkarya dan memberikan masukan terhadap penyempurnaan sistem integrasi transportasi umum di Jakarta. Sehingga dalam waktu  dekat, dapat direalisasikan integrasi antar moda transportasi umum, untuk mempermudah masyarakat beraktivitas secara nyaman, terjangkau, aman dan cepat, sehingga terwujud Kota Jakarta yang Maju Kotanya dan Bahagia Warganya.

“Ini adalah soal melayani seluruh warga Jakarta untuk bisa menggunakan transportasi umum dalam mobilitas kesehariannya. Bila itu dilakukan, kota ini akan berubah. Minimal kita akan menyaksikan kendaraan pribadi jumlahnya menurun. Karena kendaraan umumnya dari mana saja, bisa ke mana saja, terjangkau harganya, terjangkau lokasinya, nyaman dinaikinya. Bila itu terjadi, maka satu aspek kehidupan perkotaan sudah kita bereskan dengan baik,” papar Gubernur Anies.

Adapun pemenang kompetisi Logo Jak Lingko Malvin Santoso memperoleh hadiah uang tunai sebesar 100 juta rupiah. Pria asal Surabaya, Jawa Timur ini, juga memperoleh Kemitraan TransJakarta untuk Pengembangan Desain Sistem Transportasi Umum di DKI Jakarta. Menurut Malvin, hasil karya Jak Lingko  sangat terinspirasi dari konsep yang diberikan oleh Gubernur Anies. Lalu ia mengembangkan konsep tersebut dalam desain tiga dimensi agar seperti jaring laba-laba dan mengarah ke enam penjuru.

Malvin kemudian menjelaskan ke enam penjuru tersebut melambangkan arah integrasi dari Jak Lingko terhadap enam wilayah di DKI Jakarta. “Supaya feel-nya itu lebih dinamik, bahwa brand (logo) ini selalu bergerak ke depan, tidak hanya diam di tempat. Untuk warnanya saya lebih pilih warna yang berkesan modern namun juga tetap ada sisi (keramahan),” ungkap Malvin.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Dirut PT. TransJakarta Agung Wicaksono, Ketua Dewan Juri Kompetisi Logo Jak Lingko dari ADGI Danton Sihombing, para peserta Kompetisi Logo Jak Lingko, dan para Pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »