Bila Anda Ingin Menikmati Kebudayaan Melayu, Datanglah ke Siak

Siak, Indikatornews.com – Siak Sri Inderapura merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Pekanbaru, menjadi  destinasi menarik untuk di kunjungi, mengingat Kabupaten ini, memiliki banyak tempat wisata sejarah yang menarik, selain itu pula terdapat wisata alam, maupun wisata buatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Sri Indrapura DR. H. Fauzi Asni, M.Si mengungkapkan, dukungan Pemerintah Kabupaten Siak terhadap pariwisata ini cukup besar.

Hal itu terlihat dari Visi Kabupaten Siak, yang menjadikan Kabupaten ini sebagai tujuan pariwisata di Sumatera.

“Kita punya mimpi. oleh karena itu tugas  berat dibidang pariwisata ini adalah, bagaimana mengemasnya agar orang ramai datang ke Siak. Untuk orang ramai datang ke Siak, kita harus menyiapkan tempat yang atraktif, harus kita siapkan aksesibilitasnya, kemudian kelengkapan pariwisata. Namun hal ini harus adanya dukungan pihak lainnya, seperti dewan kesenian, juga semua stekolder dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), punya kewajiban untuk memajukan pariwisata Siak,” kata Fauzi, saat ditemui belum lama ini, saat di temui di Kabupaten Siak Sri Indrapura.

Lebih lanjut Kadispar Siak menyebutkan, Kabupaten Siak ini, memiliki Wisata Buatan, Wisata Alam dan Wisata Sejarah. Seperti halnya wisata buatan, adanya turap tepian bandar sungai jantan, itu salah satu obyek wisata yang ada di Siak. Selain itu wisata sejarah, ada Masjid, makam, benteng, istana, wisata alam, ada mangrove, sawah, dimana  semua itu kita kelola agar para wisatawan yang datang ke Siak ini, betah untuk berlama-lama, ujarnya.

Begitu juga sungai yang ada di Kabupaten Siak Sri Inderapura ini, juga kita dimanfaatkan sebagai obyek wisata. “Kami membutuhkan investor untuk mengelola sungai, agar dijadikan tempat wisata seperti halnya saat ini sudah ada speedboat, pong-pong, yang sudah bisa kita jual. Kita juga memberikan ruang kepada masyarakat untuk membantu kebutuhan pariwisata,” ungkapnya.

Siak yang terkenal dengan wisata budaya, dimana terdapat sejarah Sultan Siak yang berdiri sejak 1723 M, oleh karena itu tidak heran Siak ini menjadi kota budaya.

Untuk tahun 2018 ini, kata Fauzi, Dispar memanfaatkan destinasi wisata sejarah, peninggalan-peninggalan sejarah dari kerajaan Siak, ujarnya seraya menyebutkan Siak saat ini memiliki 16 event tahunan besar, yang dapat dinikmati wisatawan.

Disinggung mengenai akomodasi yang berada di Siak untuk mendukung kepariwisataan, Fauzi mengakui, tiga tahun yang lalu memang memprihatikanan, namun sekarang ini sudah lebih baik, sehingga wisatawan dapat menikmati penginapan yang ada, baik itu homestay maupun hotel, wisatawan yang akan berkunjung ke Siak bisa searching melalui  internet.

“Dua tahun lalu kunjungan di Siak ini, masih 125 ribu wisatawan lokal dan mancanegara. Namun  tahun 2017 lalu meningkat sebesar 325 ribu, atau naik sebesar 100 persen,” jelasnya.

Kadispar Siak juga menyebutkan, kita berusaha untuk menginformasikan bahwa kita ini besiknya sudah tidak lagi pada minyak. Namun bagaimana industri pariwisata yang ada ini kita mantafkan. Tentunya kunci dari pada wisatawan itu menerima  berkunjungan, juga masyarakatnya harus ramah. “Budaya Melayu itu sangat terbuka, kita ramah dan kita bisa berteman dengan semua orang,” ujarnya.

Untuk itu Fauzi optimis, bahwa pariwisata yang ada di Kabupaten Siak ini akan terus maju. “Kalau ingin menikmati kebudayaan Melayu, datanglah ke Siak,” tambahnya.(vn)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »