Butuh Komitmen Bersama Dalam Pencegahan Dan Penyalahgunaan Narkotika

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Narkotika menjadi ancaman serius bagi generasi muda serta mengancam masa depan bangsa karena narkoba sangat merusak terutama fungsi otak, fisik dan emosi serta tidak ada jaminan sembuh bagi pecandunya. Narkoba menjadi mesin pembunuh massal (Silent Killer) dan diperkirakan 40 – 50 orang setiap hari meninggal akibat narkoba bahkan daya rusak kejahatan narkoba lebih serius dibanding korupsi dan terorisme.

 

Permasalahan Narkoba di Indonesia tersebut disampaikan BNNK Tasikmalaya Tuteng Budiman, M.Si pada Sosialisasi P4GN di Sukapura Meeting Room Hotel City, selasa (12/2/2019). Pemerintah Daerah berdasarkan Inpres No. 6 tahun 2018 dan Permendagri No.21 Tahun 2013, harus bertanggung jawab melindungi masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika ,” jelas Tuteng

 

Menyikapi Inpres No. 6 tahun 2018 tentang rencana aksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Permendagri no. 21 tahun 2013 tentang fasilitasi pencegahan dan penyalahgunaan narkotika, Wakil Walikota Tasikmalaya H. Muhammad Yusuf menyoroti terkait masih rendahnya komitmen seluruh komponen Bangsa (Kementerian/Lembaga/Pemda, masyarakat dan dunia usaha) untuk turut berpartisipasi melaksanakan P4GN.

 

Untuk itu, pihaknya sudah mensosialisasikan hal tersebut kepada Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya serta Optimalisasi peran dan fungsi Kecamatan dan Kelurahan sebagai lini terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat. “Sosialisasi internal dan tidak menginginkan ada ASN yang terjerat narkotika,” harap Yusuf yang mempersilakan pihak BNN untuk melakukan test urine mendadak di lingkungan pemerintah Kota Tasikmalaya.

 

Dengan dorongan Inpres No. 6 tahun 2018 dan Permendagri no. 21 tahun 2013 menjadi dasar/pedoman untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang bahaya narkotika sehingga narkotika menjadi musuh utama masyarakat. Penyebaran narkoba di Indonesia menjadi instrumen Proxy War oleh negara-negara asing dengan modifikasi teknik (modus) penyelundupan narkoba yang terus berkembang dan semakin sulit terdeteksi aparat.

“Sosialisasi dari BNN dengan Kesbangpol hasilnya akan kita bahas sehingga mempunyai bahan penyusunan Perda untuk diajukan ke DPRD,” harap Yusuf. Dia tidak mengkhawatirkan terkait anggaran dan akan disiapkan, kalau payung hukum dan regulasi serta tujuannya sudah jelas dengan harapan Kota Tasikmalaya dapat bebas dari Narkoba @ Ayi Darajat


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »