CARA MEMBUAT HIDUP BAHAGIA

Indikatornews.com
(Oleh : Tantyo A P Sudharmono)

Di pagi yang cerah dan indah, ketika saya duduk di taman setelah berjalan pagi, isteriku yang baru selesai dengan jogging 30 menitnya,  datang dan duduk disebelahku.  Terungkaplah,  kalau dia tidak bahagia.  Saya kaget dan tidak percaya.  Bukankah dia sudah memiliki segala yang terbaik dalam hidupnya?

“Aku tidak tahu. Semua orang mengatakan kalau aku sudah memiliki semua yang dibutuhkan”,  ungkapnya.

Diam-diam, saya bertanya pada diri sendiri dan mendapatkan jawaban yang sama.  Berbagai artikel dan literatur yang saya baca sebagai referensi telah saya jalani, namun rasa tidak bahagia tetap melekat.  Seorang teman menyarankan beberapa kegiatan yang konon berhubungan dengan hormon yang dapat membuat bahagia yaitu Endorfin, Dopamin, Serotonin dan Oksitosin.  Saya pun mulai melakukan beberapa kegiatan yang disarankan seperti :

  • Olah raga yang menyenangkan dan tertawa

Kami memilih kegiatan olahraga yang menyenangkan karena konon kegiatan olah raga yang menyenangkan membuat tubuh melepaskan Endorfin yang menimbulkan rasa bahagia.  Kami juga membaca dan menonton film lucu karena tertawa juga membuat tubuh menghasilkan endorfin.

  • Apresiasi diri dan isteri

Ketika seseorang berhasil menyelesaikan sesuatu, baik pekerjaan besar atau kecil, tubuh kita melepaskan Dopamin.  Begitu pula ketika berhasil meraih penghargaan atau apresiasi di kantor maupun di rumah.  Mungkin ini terkait erat dengan para ibu rumah tangga yang merasa kurang bahagia karena dedikasi atas pekerjaannya di rumah kurang diakui atau dihargai keluarganya sendiri.  Bila kita beli motor, mobil atau sesuatu diinginkan, tubuh juga mengeluarkan Dopamin yang membuat kita merasa gembira dan percaya diri. 

  • Berguna bagi lingkungan dan orang lain

Mentransendensikan diri dan memberi, baik kepada orang lain atau alam, membuat tubuh melepaskan Serotonin yang membuat emosi kita selalu dalam keadaan baik karena hormon tersebut melindungi kita dari perasaan stress dan depresi.  Mengisi waktu dengan memberikan informasi yang berguna di internet, menulis blog informasi, menjawab pertanyaan di Quora atau grup Facebook pun membuat tubuh melepaskan Serotonin.

  • Sentuhan orang yang dikasihi

Memeluk teman atau keluarga membuat tubuh melepaskan Oksitosin yang dapat membuat kita  merasa senang.  Begitu pula dengan menjabat tangan atau melingkarkan tangan di bahu seseorang yang kita kenal baik.  Mungkin ini sebabnya kenapa kita selalu memeluk anak kecil yang suasana hatinya sedang buruk.

Sejak saya dan isteri melakukan kegiatan sederhana seperti olah raga yang disukai dengan teratur, menentukan target atau rencana-rencana kecil untuk dicapai, bersikap baik dan membantu orang lain serta memeluk anak, teman, dan keluarga, hidup kami menjadi bahagia.

Pendapat Ahli  :

Benar tidaknya keempat hormon di atas berhubungan dengan kebahagiaan masih perlu ditanyakan ke ahli medis.  Namun demikian, pendapat ahli psikologi Dra. Dewi Mariana Thaib perlu dicatat.  Menurut Dra. Dewi kebahagian diawali dari rumah.  Perlu disadari dalam membentuk keluarga bahagia bahwa pernikahan bukanlah upacara semata tetapi suatu hasil karya. 

  • Keterbukaan

Dibutuhkan kerjasama pasangan dalam menciptakan keterbukaan dalam segala hal sehingga tidak ada yang ditutupi.  Dari keterbukaan yang ada,  masing-masing pasangan diharapkan dapat saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangannya.  Dengan menerima apa adanya, dapat dibangun budaya saling menghargai atas pencapaian-pencapaian yang berhasil dilakukan pasangannya, baik itu pencapaian yang besar, sulit dilakukan ataupun pencapaian atas tugas atau pekerjaan kecil yang sederhana.  Demikian pula dengan pencapaian yang diraih anggota keluarga lain khususnya anak. 

  • Penghargaan

Dra. Dewi menambahkan agar kita tidak malas menghadiri kegiatan anak  seperti menghadiri pentas musik sekolah,  mengambil rapor atau memberikan penghargaan ketika anak berhasil meraih nilai baik.  Begitu pula ketika pasangan kita mendapatkan penghargaan dari lingkungannya seperti juara masak di tingkat RT atau suami mendapatkan penghargaan dari kantor.  Penghargaan atas pencapaian anggota keluarga dan pasangan dapat diberikan dengan memberinya pujian atau pelukan.  Penting pula untuk memperkenalkan pasangan atau anggota keluarga pada waktu menghadiri acara di luar rumah atau pada waktu ada tamu yang berkunjung ke rumah kita.  Dengan demikian mereka akan mengenal siapa saja kerabat atau teman-teman kita dan begitu pula sebaliknya. 

  • Komunikasi

Biasakan diri untuk selalu berkomunikasi dengan baik dan teratur terhadap pasangan dan anak-anak.  Kebiasaan ini akan membantu pasangan dan anak belajar menguasai teknik berkomunikasi yang baik yang pada akhirnya membantu mereka dalam berkomunikasi dengan lingkungan luar rumah secara lebih baik dan efektif

  • Kebersamaan

Disela-sela kesibukan kita, usahakan untuk selalu mempunyai waktu kebersamaan dengan keluarga, sehingga hubungan keluarga tetap terjaga.  Kegiatan bersama yang sederhana namun penting antara lain doa pagi bersama sebelum beraktifitas, merancang waktu cuti sesuai dengan libur anak atau pasangan dapat mewujudkan kebersamaan dengan keluarga.

“Apabila keterbukaan antara seluruh anggota keluarga dapat dilakukan,  rasa memiliki dan kebahagiaan akan muncul dengan sendirinya seperti pasangan tersebut”,  kata Dra. Dewi yang ditemui di salah satu rumah sakit terkemuka,  dengan senyum manisnya (Tantyo A P Sudharmono).

Dra. Dewi

TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »