Tren

Matcha dan Greentea, bersaudara?  Trend matcha memang sudah tidak se-hype dulu. Tapi, segala hal tentang matcha dan greentea, tetap saja menarik untuk dibahas bukan.

Serupa tapi tak sama. Itulah kata kiasan yang dapat menggambarkan tentang keduanya. Seringkali orang menganggapnya sama, padahal jelas-jelas matcha dan greenta adalah beda.

Apa, ya, yang membuat mereka berbeda?

Simak penjelasannya sebagai berikut.

Tekstur

Tekstur matcha berbentuk bubuk halus. Karenanya, matca biasanya digunakan untuk memasak, seperti membuat kue.

Cara mengonsumsi

Teh hijau biasanya dikonsumsi dengan cara menyeduhnya di gelas atau teko. Setelah selesai menyeduh, baru kamu akan membuang sisa daun hijau atau kantung teh sisanya. Berbeda dengan matcha, teh hijau tidak menyisakan ampas.

Sedangkan, matcha, kamu diibaratkan mengonsumsi keseluruhan daun teh hijau yang telah dikeringkan dan dibuat menjadi bubuk halus. Matcha juga sering dijadikan sebagai salah satu bahan dalam membuat kue, puding, cokelat rasa, minuman latte, hidangan penutup, es krim, dan sebagaimananya.

Manfaat

Matcha mengandung lebih banyak kafein, poluphenols dan antioksiden, serta memiliki lebih banyak L-Theanine daripada greentea. Oleh karena itu, matcha dianggap lebih mampu untuk membantu pembakaran lemak, menghalangi munculnya kanker, dan juga bisa menstimulasi mental agar lebih sehat. Matcha juga memiliki kandungan chlorophyl, yang membuat matcha baik dalam hal detoks.

Sedangkan, teh hijau bermanfaat untuk mencegah radikal bebas atau oksidasi. Karena, sudah melalui proses fermentasi dan pemanasan melalui dengan mengukus teh.

Perbedaan warna

Bubuk matcha berwarna hijau, sedangkan green tea kekuning-kuningan. Green tea akan tampak seperti teh pada umumnya, namun memiliki warna yang lebih bening




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »