DORONG PENCEGAHAN PENYAKIT KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA

Jakarta, Indikatornews.com
Untuk mencegah penyakit kanker, perlu adanya kesadaran yang tinggi terhadap kesehatan diri. Oleh karena itu, RSUD Tarakan dan Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta menggelar Program Cegah Kanker Serviks sebagai wujud peran aktif dalam mengajak warga Jakarta untuk melakukan deteksi dini pencegahan penyakit kanker serviks (mulut rahim) dan payudara. Program tersebut berlangsung di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/8).

Dalam kesempatan ini, Fery Farhati selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, turut hadir dan menyampaikan pentingnya pencegahan dini bahaya kanker serviks dan payudara. Fery juga mengimbau masyarakat lebih aktif dalam memeriksakan diri masing-masing agar dapat mengurangi tingkat penderita kanker. “Pencegahan dini kanker serviks dan payudara sudah dilakukan kader PKK, dan memang usaha pemerintah dalam menangani permasalahan tersebut sudah sangat baik. Namun, hal tersebut harus didukung oleh masyarakatnya yang lebih aktif untuk melakukan pemeriksaan, biayanya pun murah hanya 15 ribu untuk pemeriksaan, tapi jika sudah terkena pengobatan sangatlah mahal bisa mencapai 150 juta perorang,” jelas Fery Farhati.

Direktur RSUD Tarakan Dian Ekowati menyampaikan Program Cegah Kanker Serviks yang diadakan di RSUD Tarakan ini juga sebagai upaya nyata untuk menurunkan angka kematian perempuan disebabkan penyakit kanker serviks yang masih tinggi. “Acara ini dilakukan dengan tujuan untuk ikut ambil bagian dalam menggaungkan pentingnya aksi pencegahan kanker serviks. Data terakhir menjelaskan bahwa ada 1 orang perempuan di Indonesia yang meninggal setiap 1 jam di Indonesia karena kanker serviks,” ujar Dian Ekowati.

Pencegahan pada kanker serviks dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pencegahan primer (melakukan vaksinasi untuk mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks) dan pencegahan sekunder (Papsmear atau tes IVA yang merupakan cara deteksi dini terhadap infeksi HPV). Untuk kanker payudara, masyarakat juga didorong untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), sebelum pemeriksaan medis lebih lanjut.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »