Hiking Pakai Kebaya? Kenapa tidak?

Indikatornews.com

Kebaya biasanya identik dengan acara atau kegiatan yang bersifat formal. Namun, Rahmi Hidayati mampu mematahkan stigma itu dan membuktikan bahwa kebaya bisa dipakai dimana pun dan kapan pun.

Rahmi Hidayati adalah perempuan asal Riau yang terkenal dengan keunikannya, yakni hobi naik gunung dengan mengenakan kebaya. Tidak hanya saat menjelajah gunung, juga dalam kesehariannya Rahmi sangat suka memakai kebaya. Ini membuktikan kecintaannya terhadap kain batik warisan asli Indonesia.

Beberapa gunung yang berhasil ditaklukan Rahmi di antaranya Gunung Semeru, Gunung Gede, Gunung Ceremai, Gunung Prau, dan Gunung Merbabu. Bahkan, baru-baru ini Rahmi baru saja kembali naik gunung bersama dengan putrinya yang juga mengenakan kebaya.

Rahmi (kanan) dan anaknya (kiri) saat naik Gunung Gede

Rahmi sendiri mulai konsisten mengenakan kebaya sejak lima tahun lalu. Suatu hari di 2014, ketika Rahmi turun dari Gunung Rinjani. Ia berpapasan dengan rombongan yang hendak sembahyang ke pura di atas gunung. Rahmi begitu kagum melihat para perempuan yang ada di rombongan tersebut berjalan mengenakan busana adat lengkap. Dan, dari situlah ia mulai mencoba naik gunung mengenakan kebaya.

Ia mulai mengoleksi kebaya. Dari yang awalnya ia tidak suka memakai kebaya, bahkan koleksi kebayanya hanya sejumlah hitungan jari. Namun, kini koleksi kebaya Rahmi tidak lagi terhitung. Bahkan ia sampai punya tiga lemari khusus hanya untuk menyimpan kebaya miliknya.

Rahmi bersama beberapa pendaki lainnya

Dengan melestarikan kebaya, ia berharap perempuan Indonesia dapat mengenal dan mencintai kebaya sebagai bagian dari budaya Indonesia. Ia juga berharap perempuan-perempuan Indonesia dapat mempromosikan kebaya ke seluruh dunia bahwa kebaya identik dengan perempuan Indonesia, seperti halnya Kimono untuk perempuan Jepang, atau Sari untuk perempuan India.




One thought on “Hiking Pakai Kebaya? Kenapa tidak?

  1. Ani B.Krissubanu

    top dan salut serta bangga kpd bu Rahmi dan anaknya Aurora yang konsisten dg berkebaya dimanapun…Sekarang sudah mulai membudaya dikalangan perempuan Indonesia untuk berkebaya setiap hari Selasa…yang nantinya bisa setiap hari yaa…yang penting semua berpulang dari hati utk melestarikan budaya kita sendiri dan bangga memakainya. Seperti waktu saya ke India dan ke Jepang. Disana mereka sangat bangga berpakaian Nasionalnya kemanapun mereka pergi. Terima kasih bu Rahmi yg sudah melakukan kecintaan thd budaya berkebaya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »