Istana Nan Megah Bukti Sejarah Kerajaan Pagaruyung

Sumbar, Indikatornews.com – Salah satu destinasi yang wajib anda kunjungi di Sumatera Barat yaitu Istano Basa atau lebih populer dengan sebutan Istana Pagaruyung. Ini bukti bahwa Istana tersebut menjadi sejarah kerajaan di Minangkabau, yang lengkap dengan peninggalan dari setiap unsur kehidupan masyarakatnya.

Pesona megahnya bangunan Istana Pagaruyung merupakan primadona wisata sejarah di Sumatera Barat. Istana megah ini terletak di Kecamatan Tanjung Emas, Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar ini salah satu destinasi wisata budaya paling terkenal di Sumatera Barat.

Istana ini, merupakan salah satu sisa kejayaan Kerajaan Pagaruyung yang masih bisa dinikmati wisatawan sampai saat ini. Sebab, Istana tersebut milik kerajaan yang sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka ini, memang dibuka sebagai objek wisata yang sangat menarik.

Di dalam Istana tersebut, pengunjung bukan hanya melihat keindahan bangunan Istana saja, melainkan pemadangan di sekitar lingkungan  Istana yang sangat indah. Maka tidak heran Istana Pagaruyung ini banyak sekali dikunjungi oleh wisatawan setiap harinya, begitu pula pada saat hari libur.

Istana ini sudah beberapa kali terbakar dan terakhir pada Februari 2007, yang disebabkan karena sambaran petir di salah satu bagian atap pada ujung tanduk kerbaunya. Setelah kebakaran tersebut, Istana pun di bangun kembali sama persis dengan aslinya.

Istana Pagaruyung memiliki kayu berbentuk empat persegi panjang seperti rumah panggung, dengan atap khas minang kabau yang menonjol seperti tanduk kerbau. Di dalam bangunan ini terdapat 11 Gonjong, 17 Tonggak dan memiliki tiga lantai.

Sementara itu, untuk atap Istana terbuat dari ijuk, konstruksinya dari beton bertulang dan dilapisi dengan kayu, lantai juga dari kayu sehingga semua terlihat dari kayu. Begitu pula ukiran-ukiran yang ada memiliki kombinasi warna cokelat, kuning dan hijau.

Setelah masuk kedalam Istana, maka dapat dilihat berbagai macam barang-barang peninggalan kerajaan yang masih di pelihara dengan baik. Untuk masuk dan melihat-lihat sejarah yang terdapat didalam Istana tersebut, para pengunjung diwajibkan untuk melepas alas kaki.

Bahkan di dalam Istana, seolah-olah pengunjung merasakan nuansa kental Minangkabau zaman dulu, dimana terlihat singgasana atau pelaminan Bundo Kanduang istri raja. Kemudian kamar yang penuh hiasan ornamen khas yang digunakan untuk para putri raja yang sudah menikah.

Selanjutnya, terdapat ruangan Anjungan Babandiang yang biasanya jadi tempat raja dan petinggi kerajaan berunding tentang kondisi pemerintahan dan menyusun strategi perang, serta terdapat pula beberapa ruang pendukung yang sangat unik, seperti anjuang perak, pincuran tujuah, sampai tabuah larangan yang punya sejarahnya masing-masing.

Berbicara mengenai jarak yang ditempuh ke Istana Pagaruyung ini bila dari kota Padang, jaraknya sejauh 108 km, dan dapat ditempuh dengan menggunakan jalur darat. Pengunjungpun bisa menyewa mobil maupun kendaraan lainnya yang sesuai dengan jumlah pesertanya.

Istana Pagaruyung ini terdiri dari tiga lantai, dimana di dalam Istana tersebut, terdapat museum yang memamerkan beberapa peninggalan seperti perlengkapan dan perabotan raja, singasana raja, juga bilik putri raja dengan warna warni yang cerah dan indah. Bahkan pengunjung bisa bersantai, berfoto menggunakan pakaian adat khas Padang yang disewa.

Sementara itu, untuk di bagian luar bangunan, terdapat taman luas dan pengunjungpun dari belakang Istana, dapat menikmati pemandangan alam yang luar biasa, terlihat pegunungan dan hutan. Lalu ada bangunan pendukung Istana Pagaruyung  yaitu rangkiang, yang dulunya berfungsi sebagai tempat menyimpan padi hasil panen. (Dbs/Vn)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »