KAPAN SEBAIKNYA PAKAI KACAMATA BACA?

Indikatornews.com

Pertanyaan sederhana namun kerap jadi masalah bagi mereka yang mulai merasa kesulitan membaca.  Dengan bertambahnya usia, manusia umumnya merasa semakin sulit untuk membaca atau fokus dalam jarak dekat. Tanpa disadari, kita mungkin mulai menjauhkan gawai dari mata waktu baca pesan atau medsos.

 

Menurut Dr. Viktor Rasoebala SpM, dari Klinik Mata Nusantara, Jakarta,  kesulitan membaca karena faktor usia dikenal sebagai presbiopia atau mata tua. Presbiopia merupakan bagian alami dari proses penuaan yang umum terjadi, akibat hilangnya fleksibilitas lensa alami di dalam mata sehingga akan kesulitan membaca tulisan kecil atau melihat obyek dekat. Presbiopia biasanya terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun yang bukan merupakan penyakit tetapi tidak dapat dicegah atau disembuhkan.  Gejala ini umumnya dirasakan saat mulai memasuki usia 40 tahun. Pada presbiopia, membaca dalam jarak normal terlihat kabur dan bila bahan bacaan didekatkan ke mata justru terjadi kelelahan serta dapat menyebabkan pusing.

 

Presbiopia berbeda dari masalah mata lainnya yang juga perlu pakai kacamata seperti rabun jauh/miopia (minus),  rabun dekat/hipermetrop (plus), maupun astigmatisme (silinder) yang terkait dengan bentuk bola mata dan disebabkan faktor genetik dan lingkungan.

 

Tidak ada patokan pasti, kapan seseorang memerlukan kacamata baca. Tidak semua orang mengalami keluhan yang sama pada saat memasuki usia 40 tahun. Beberapa keluhan yang menjadi patokan kita untuk mulai menggunakan kacamata baca, antara lain: mulai kesulitan membaca tulisan yang kecil atau harus dijauhkan, kesulitan membaca menu atau buku di ruangan yang kurang terang, mulai merasa sering capek atau sakit kepala saat bekerja dengan komputer.

 

Untuk menentukan apakah seseorang perlu memakai kacamata baca, perlu pemeriksaan Dokter Spesialis Mata. Dokter akan memeriksa dan memberikan resep kacamata yang paling tepat untuk mata pasien. Hal ini sangat penting karena kacamata yang tidak sesuai atau salah sedikit saja dalam perhitungan lensa, dapat menyebabkan pasien memiliki kacamata berlensa buram dan menyebabkan penglihatan semakin kabur. Karenanya, jangan ragu untuk memeriksakan mata ke Dokter Spesialis Mata untuk mendapatkan kacamata yang paling tepat dan nyaman di mata sehingga aktifitas kita tidak terganggu dan tetap produktif.

 

BPJS Kesehatan – Kacamata :

Peserta BPJS Kesehatan dapat mengajukan subsidi pembuatan kacamata sesuai dengan kelasnya masing-masing. Untuk itu Peserta perlu mengetahui prosedur yang berlaku, antara lain datang ke Faskes 1 untuk mendapatkan surat rujukan ke Dokter Spesialis Mata. Setelah Dokter Mata memberikan resep kacamata, peserta perlu kembali ke BPJS untuk mendapatkan legalisir atas resep kacamata dan selanjutnya datang ke Optik kacamata yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dengan membawa surat yang diperlukan. Bila peserta memilih kacamata yang biayanya lebih besar dari biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan, peserta perlu membayar sendiri kekurangan biaya pembuatan kacamatanya tersebut. (KD)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »