Kasus Dihentikan, Wartawan Senior Pertanyakan Integritas Penyidik Polrestro Jakpus

Jakarta, Indikatornews.com

Langkah Polrestro Jakarta Pusat yang menghentikan penyidikan kasus laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan terlapor BT dan TT mengundang kekecewaan wartawan senior, SSU selaku pelapor.

Ia heran penyidikan dihentikan dengan alasan polisi tak punya cukup bukti. Padahal, kedua terlapor sudah mengakui perbuatannya saat pemeriksaan dan diperkuat hasil visum korban yang tak lain adalah istrinya.

“Laporan polisi kasus ini dibuat dengan nomor laporan 1545/K/X/2017/RESTRO JAKPUS. Artinya sudah hampir setahun proses penyidikan berjalan. Tiba-tiba saya dapat surat tertanggal 10 Oktober 2018 yang isinya menghentikan perkara. Ini ada apa?” ungkapnya kecewa di Jakarta, Senin (6/11).

Padahal di depan penyidik kedua terlapor sudah mengakui perbuatannya mendorong istri saya hingga jatuh duduk. Hasil visum juga ada meski menyatakan dorongan itu tak membuat istri saya cedera parah. Saya jadi pertanyakan integritas penyidik kasus ini,” tambahnya lagi.

Dikatakannya, kasus ini bermula dari kedatangan ia dan istrinya ke rumah terlapor untuk mengecek kebenaran pernikahan putri semata wayangnya, AL dengan RA. Pasalnya, selaku orangtua ia dan istrinya sama sekali tak diberi kabar atas pernikahan tersebut.

“Kami orangtua dari AL tak dikabari pihak terlapor selaku orangtua mempelai pria. Kabar pernikahan justru kami dapat dari akun instagram atas nama Tania Titaley pada 24 September 2017 yang memuat acara pemberkatan pernikahan putri kami AL dengan RA,” beber SSU.

Berangkat dari informasi di akun tersebut, lanjutnya, ia dan istri langsung bergegas ke lokasi acara pemberkatan di Jalan Tebet Barat XB, Jakarta Selatan, yang kemudian diketahui adalah rumah Libyanto dan Fawzia Malaihollo. Namun setibanya di lokasi tak ada orang yang bisa ditemui.

Selang beberapa hari, penyanyi Harvey Malaihollo mengontaknya untuk datang dan membicarakan soal pernikahan AL dan RA. “Tapi saya tak mau datang dan mengatakan akan mengambil langkah hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” ia berujar.

“Saya dan istri kemudian mendatangi BT di rumahnya di daerah Jakarta Pusat, ayah dari Tania yang mengupload pemberkatan putri saya di akun instagramnya. Di situlah terjadi pertengkaran sampai istri saya didorong hingga jatuh duduk dan membuat saya melaporkan tindakan tersebut ke Polrestro Jakarta Pusat,” sambungnya lagi.

Dikatakannya lagi, dari hasil penyidikan selama hampir setahun itu ia berpikir polisi sudah merampungkan penyidikan dan menyerahkan berkasnya ke kejaksaan. Namun di luar dugaan, justru kabar penghentian penyidikan yang didapat setelah hampir setahun menunggu.

“Saya ingin kedzoliman terhadap upaya kami untuk menegakkan kebenaran dan mencari keadilan dalam kasus ini diketahui para petinggi Polri dan masyarakat luas,” tukasnya.

“Penyidik kasus ini harus dimintai keterangan atas alasannya menghentikan penyidikan meski terlapor sudah mengakui perbuatannya, ” kata SSU yang lama berkarir di harian Poskota. (bem)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »