Keindahan Alhambra dan Peradaban Islam di Andalusia

Indikatornews.com

K-Drama berjudul Memories of Alhambra memang sudah selesai. Namun, ada yang masih membekas dalam ingatan, betapa cantiknya Istana Alhambra yang menjadi tempat shooting drama yang dibintangi oleh Hyun-Bin dan Park Shin-Hye tersebut.

Drama ini tidak hanya menyajikan jalan cerita yang epic dan sulit ditebak, melainkan kita juga diperlihatkan beberapa sudut kota Granada yang indah. Tak terkecuali, Istana Alhambra.

Berbicara tentang Istana Alhambra, kita akan menilik sedikit tentang keindahan apa saja yang ada di Istana yang berada di Granada, Spanyol, serta peradaban Islam yang pernah hidup di sana.

 

  1. Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO

Istana Alhambra sendiri merupakan simbol sejarah peradaban Islam di Eropa, khususnya daerah Andalusia yang kini dikenal dengan nama Spanyol. Bangunan istana itu tak hanya menjadi tempat bernaung bagi keluarga kerajaan, akan tetapi berfungsi juga sebagai benteng pertahanan dan perlindungan bagi rakyatnya.

Istana Alhambra yang dibangun pada 1238-1358 ini ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs peninggalan warisan budaya dunia pada tahun 1984.

  1. Design interior Istana Alhambra

Nama Alhambra sendiri berasal dari bahasa Arab ‘hamra’ bentuk jamak dari ahmar yang berarti ‘merah’. Bangunan istana dihiasi ubin-ubin dan batu berwarna merah. Bahkan, hiasan di dindingnya terlihat agak kemerahan.

Keindahan Istana Alhambra semakin terlihat memesona dengan tambahan keramik bernuansa seni Islami, serta marmer-marmer putih nan indah.

Ada juga seni kaligrafi kuffic yang terpahat di dinding, pilar, dan atap istana. Dengan rangkaian ayat-ayat Alquran dan motto kerajaan yang berbunyi “Wa La Ghaalib Ila Allah” berjejer rapi dan sejajar sekaligus memancarkan nuansa emas.

Konon katanya, Istana Alhambra dilengkapi barang-barang berharga yang terbuat dari logam mulia seperti perak, emas, dan permadani-permadani cantik buatan tangan.

Taman 12 Singa

Istana ini juga dilengkapi taman dan bunga-bunga indah yang bermekaran setiap musim semi. Di taman ini juga terdapat kolam air mancur yang dihiasi 12 patung singa yang tampak sedang berbaris melingkar dan mengeluarkan air dari mulutnya.

Belum cukup kita dibuat takjub, Istana Alhambra memiliki pesona lebih dari itu. Istana Alhambra juga memiliki tempat yang disebut Hausyus Sibb (Taman Singa) yang dikelilingi oleh 128 tiang terbuat dari marmer.

Dan, Jennat Al-Arif atau yang biasa disebut dengan Garden of the Architect, sebuah vila khusus raja yang berada di ujung taman Alhambra. Tempat dimana raja bisa melihat langsung pemandangan Albayzin (sebuah perkampungan orang Arab terdahulu), membuat raja dengan mudah melihat dan mengontrol keseharian rakyatnya.

  1. Saksi bisu kejayaan & runtuhnya Islam di Spanyol

Istana Alhambra berdiri kokoh di Bukit La Sabica, Granada, Spanyol dan didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau Bangsa Moor (Moria) dari Afrika Utara secara bertahap antara tahun 1238 M hingga 1358 M.

Bangsa Moor adalah penguasa kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di Andalusia (Spanyol) pada masa pemerintahan Daulah Bani Ahmar (1232-1492 M). Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Muhammad bin Al-Ahmar atau Bani Nasr yang masih keturunan Sa’id bin Ubaidah.

Istana ini merupakan simbol puncak kejayaan Islam di Spanyol. Islam masuk ke negeri ini dibawa oleh pasukan Islam pimpinan Thariq bin Ziyad yang dikirim raja muda Islam di Afrika, Musa bin Nusair. Pasukan Islam sendiri datang untuk memerdekakan Andalusia (Spanyol) dari kekacauan hebat atas permintaan Gubernur Ceuta, Julian.

Pada pertengahan 1491, Raja Ferdinand V mengepung Granada selama tujuh bulan. Ia berhasil menguasai kota Malaga – kota pelabuhan terkuat di Andalusia, lalu Guadix dan Almunicar, Baranicar, dan Almeria.

Lalu, tepatnya tanggal 2 Januari 1492 M, basis kerajaan Bani Ahmar, Granada, akhirnya tunduk. Kota ini diserahkan oleh raja terakhir Bani Ahmar, Abu Abdillah.

Keberhasilan Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella menguasai Granada, membuat Paus Alexander VI (1431-1503) yang terkenal dengan perjanjian Tordesillasnya tahun 1494 memberi gelar kepada raja dan ratu ini sebagai “Catholic Monarch” atau “Los Reyes Catolicos” atau Raja Katolik.


Kejatuhan Daulah Bani Ahmar merupakan akhir sejarah kejayaan Islam di Spanyol yang telah ada selama 8 abad.

Taman Air Mancur Alhambra




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »