Keindahan Pulau Kemaro dan Mitos Pohon Cinta

Indikatornews.com – Kota Palembang memiliki potensi wisata yang tidak kalah menarik dengan kota lainnya yang ada di wilayah Sumatera.

 

Salah satunya yaitu Pulau Kemaro, yang terletak di tengah Sungai Musi. Secara administratif, Pulau Kemaro ini masuk ke dalam Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Madya Palembang.

 

Pulau ini merupakan sebuah delta kecil yang berada di perairan Sungai Musi dengan jarak sekitar 6,5 km dari Jembatan Ampera. Penduduk setempat memberikan nama “Kemaro”. Sebab pulau tersebut tidak pernah kebanjiran atau selalu kering.

 

Untuk menuju ke pulau tersebut, pengunjung harus menggunakan perahu, baik itu speed boat atau menggunakan perahu ketek yang muat untuk 10 orang, sekali kali sewa pulang pergi selama empat jam sebesar Rp 500 ribu.

 

Selama perjalanan menuju Pulau Kemaro dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit pastinya melintasi Sungai Musi, tentunya memberikan kenikmatan tersendiri. Dalam perjalanan kita dapat menikmati aktivitas kehidupan warga masyarakat yang ada di sekitar sungai maupun di atas sungai.

 

Pulau ini menyita perhatian karena di sana kita dapat melihat peradaban China yang masih begitu kental. Sampai di lokasi, pengunjung akan disambut gapura yang cukup identik dengan Tiongkok. Hal ini terlihat dari dekorasi pada bagian atapnya, dimana terdapat dua naga saling berhadapan. Beberapa ornamen lampion pun terlihat, apa lagi saat itu masih suasana perayaan Imlek.

 

Di Pulau Kemarau tersebut terdapat sebuah pagoda besar, klenteng, pohon cinta, dan gundukan-gundukan tanah yang katanya adalah makam dari Siti Fatimah, Tan Bun An, dan pengawalnya.

 

Selain itu pula, pengunjung juga bisa melihat Klenteng Hok Tjing Rio, juga kuil Buddha yang sering dikunjungi umat Buddha untuk berdoa serta berziarah.

Pulau legendaris ini juga memiliki mitos unik yang berkembang dari masyarakat sekitar, yaitu kisah seorang Putri Siti Fatimah yang menikah dengan Pangeran Tan Bun An. Namun,  pangeran  tersebut tenggelam terlebih dahulu ke sungai disusul dengan sang putri. Keduanya pun tenggelam dan tak pernah muncul kembali. Berlatar tragedi tersebut maka penduduk sekitar pulau sering mendatangi Pulau Kemarao untuk mengenang dan menganggap sebagai tempat yang keramat.

 

Selain dari adanya kisah legenda sang putri, ada juga mitos tentang pohon cinta. Pohon cinta yang dimaksud adalah sebuah pohon beringin yang tumbuh di sekitar pulau tersebut. Konon, apabila pasangan kekasih yang mengukir nama keduanya di pohon cinta tersebut maka jalinan cinta mereka akan langgeng hingga ke pelaminan.

 

Terlepas dari benar tidaknya mitos di atas, tempat ini bisa dijadikan salah satu tempat rekreasi yang menyenangkan di Palembang.

Pulau Kemaro ini semakin indah pada saat hari besar keagamaan Cina, seperti halnya pada Sabtu (17/2) lalu, saat perayaan Imlek, di Pulau tersebut banyak dihiasi lampion yang begitu indah menerangi pulau terutama pada malam hari, sehingga semakin menarik melihat kelenteng yang berdiri kokoh di tengah pulau.

 

Menurut Mirah (21) salah seorang pedang minuman di pulau tersebut mengatakan, pulau ini ramainya pada hari Sabtu dan Minggu. Biasanya pengunjung berwisata ke pulau tersebut dari pagi hingga sore pukul 17.00 Wib. Jadi bila sudah pukul 17.00 Wib pulau tersebut di tutup untuk umum, dan yang ada di dalam pulau ini hanyalah penjaga pulau. (Vn)

 




One thought on “Keindahan Pulau Kemaro dan Mitos Pohon Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »