KENALI GEJALA DEPRESI AKIBAT KERJA

Indikatornews.com

Shinta kaget ketika staf yang baru bekerja sebulan, menyerahkan surat cuti sakit dari dokter disertai dengan surat rujukan untuk konsul ke Dokter Spesialis Penyakit Jiwa.  Beruntung ada psikolog handal di perusahaan tempatnya bekerja sehingga diketahui bahwa staf baru tersebut mengalami gejala depresi akibat kerja yang masih bisa ditangani dengan baik.

Pada situs Departemen Kesehatan, didapat informasi bahwa masalah kesehatan mental adalah masalah yang sering terabaikan di tempat kerja.  Akibatnya para pekerja yang depresi tidak mau bekerja lagi secara optimal yang pada akhirnya dapat mengakibatnya penderita kehilangan pekerjaannya.

Depresi akibat pekerjaan tidak boleh dianggap sepele mengingat depresi sendiri dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius seperti penyakit hati, gagal jantung dan penyakit berbahaya lainnya.  Depresi juga mengancam penurunan kemampuan otak mereka yang masih berusia muda dan memperbesar kemungkinan terkena stroke.  Dalam beberapa kasus,  mereka yang terkena depresi berat dapat berusaha mengakhiri hidupnya.

Heidias Herwanti, S.psi, M.psi, psikolog yang bekerja di bagian SDM perusahaan besar mengatakan   bahwa mereka yang mempunyai risiko mengalami gejala depresi akibat kerja umumnya adalah mereka yang baru lulus dan  mulai bekerja,  karyawan yang mendapatkan promosi dan menduduki jabatan lebih tinggi dengan tanggung jawab baru,  atau mereka yang ditugaskan bekerja di lingkungan baru.

 

  • Gejala umum depresi akibat kerja dimulai dengan tahap awal atau tahap pertama seperti :
  • Karyawan tesebut mulai merasa tidak fokus dalam segala hal
  • Ada perasaan bahwa ia tidak kompeten dalam menjalankan tugas atau posisi barunya
  • Setiap akan berangkat ke tempat kerja, ia diliputi perasaan malas
  • Kehilangan semangat kerja dan motivasi kerja
  • Dihantui bayangan buruk tentang pekerjaannya
  • Tidak fokus pada pekerjaan sehingga banyak melakukan kesalahan dalam melakukan tugasnya
  • Merasa sedih dan kosong serta kehilangan minat pada hal yang menggembirakan
  • Merasa tidak mempunyai energi
  • Merasa masa depan tidak akan baik atau putus asa
  • Menarik diri dari lungkungan sosial dalam pekerjaan
  • Merasa tidak percaya diri dan tidak berharga

 

Gejala di tahap pertama ini dapat berlangsung kurang lebih  selama 2 mingguan dan bila tidak ditangani dengan baik dapat berkembang ke fase berikutnya yaitu Fase Psikosomatis.

 

  • Gejala Fase Psikosomatis adalah gejala dimana karyawan yang bersangkutan sudah mulai merasakan gangguan kesehatan seperti :
  • Badan terasa lemas seperti tidak ada tenaga untuk melakukan kegiatan
  • Susah tidur ( insomnia) atau keinginan tidur yang berlebihan
  • Menurunnya nafsu makan atau keinginan untuk makan yang berlebihan
  • Gejala yang hampir mirip penyakit flu seperti demam, nyeri pada beberapa bagian tubuh, kepala terasa berat.
  • Gangguan menstruari , tremor pada bagian tubuh, gangguan dalam komunikasi dan gangguan kesehatan lainnya.
  • Gejala seperti di atas dapat berlangsung selama 2 mingguan juga sebelum akhirnya masuk fase yang lebih lanjut.

 

Menurut  Heidias yang biasa dipanggil sebagai Ibu Dias,  psikolog maupun dokter yang menangani pasien dengan gejala psikosomatis maupun depresi biasanya akan memberikan rujukan untuk mendapatkan bantuan psikiatri karena Dokter Spesialis Penyakit Kejiwaan akan menentukan apakah pasien tersebut perlu mendapatkan obat  untuk menenangkan pikirannya tersebut atau cukup diberikan obat lainnya.

Jangan ragu untuk mencari bantuan psikolog ataupun psikiatri bila kita mengalami  gejala awal depresi akibat kerja.  Dengan mengenali gejala di atas, kita juga dapat membantu keluarga, teman atau karyawan yang mengalami fase awal gejala depresi akibat kerja. (*)

Heidias Herwanti, S.psi, M.psi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »