Memory Of Galunggung (MOG), Daya Tarik Wisata Dengan Momentum Merawat Kebudayaan

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Gunung Galunggung di Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya menjadi catatan sejarah Indonesia yang menimbulkan duka bagi masyarakat (menelan korban jiwa, kerugian materi serta 22 desa yang ditinggalkan penghuninya) dan menjadi pusat perhatian dunia internasional saat meletus tanggal 5 Mei 1982.

Gunung berapi dengan ketinggian 2.167 meter diatas permukaan laut itu, usai meletus terus menerus mengeluarkan isinya lebih dari sembilan bulan hingga abu vulkaniknya menjangkau radius cukup jauh bahkan sempat mengganggu sejumlah penerbangan domestik maupun Internasional dengan tertundanya jadwal penerbangan hingga pendaratan darurat.

“Salah satu rangkaian Memory Of Galunggung (MOG) adalah istighosah akbar sebagai bentuk introspeksi diri untuk lebih mendekatkan diri kepada Alloh SWT atas kuasa-NYA yang diperlihatkan kepada kita,” ujar Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Iin Aminudin pada Acara puncak MOG Gandrung Mulasara di Objek dan Daya Tarik Wisata Cipanas Galunggung Kabupaten Tasikmalaya, sabtu (13/7/2019)

Ditambahkan Iin, MOG Gandrung Mulasara ini merupakan agenda tahunan Kepariwisataan Kabupaten Tasikmalaya dalam menyambut Hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-387 tanggal 26 Juli Tahun 2019, dan rencananya akan dicanangkan menjadi even nasional. “Pariwisata itu kegiatannya multi, diharapkan jangan sampai mengganggu etika yang dianut lokal (adat istiadat atau budaya), aktifitasnya harus disesuaikan dengan lingkungan jangan sampai mengusik kebiasaan yang dilakukan warga masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Iin Aminudin, M. Si

NGABATIK (Ngaguar Budaya Tasik) merupakan bentuk baru even wisata merawat dengan momentum kebudayaan mengingat Galunggung itu menjadi salah satu puseur yang selalu disebutkan dalam amanat kebudayaan sunda. “Diharapkan peran aktif masyarakat dalam merawat dan melestarikan kebudayaan yang ada di wilayah galunggung / Tasikmalaya, seperti menumbuhkan kembali sifat kegotong royongan,” tambah Edi Herdiana, Sekretaris Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya

Kata Dia, Kegiatan MOG tahun 2019 ini melibatkan warga masyarakat sekitar seperti lomba hias kampung, Lomba Jampana di Desa dan Karnaval seni budaya serta Glamping (Galunggung Camping). “Kegiatan ini diharapkan menjadi daya tarik wisata dengan mengedepankan budaya, karena wisatawan mancanegara lebih tertarik melihat budayanya bukan pengembangan objek wisatanya,” ungkapnya

Pihaknya akan menata Objek Wisata yang ada di Geopark Galunggung setelah mendapat bantuan dari Provinsi sebesar lima (5) miliar untuk membangun kolam dan dari DAK untuk renovasi kios-kios disekitar kolam dengan gambar dari provinsi. Menurut Edi, pemerintah telah membeli lahan seluas 1,3 hektar dari anggaran APBD yang sementara akan digunakan sebagai area parkir disekitar Geopark Galunggung.

Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan revisi RPJMD dari Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto akan menjadikan Geopark Galunggung dan pantai Karang Tawulan menjadi dua magnet Objek Wisata Kabupaten Tasikmalaya. “Dengan fokus mengembangkan kedua objek wisata ini diharapkan menjadi magnet pengembangan objek wisata lainnya,” pungkas Edi mengingatkan bahwa sebelumnya hanya membangun tanpa mengembangkan @Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »