Menkominfo Minta KPI Perkuat Pengawasan Manajemen Konten

Palu, Indikatornews.com – Dunia penyiaran saat ini mengalami perubahan mendasar, bukan soal platform atau infrastruktur yang akan mengemuka dan menjadi perhatian, melainkan konten.

“Kita bicara konten, karena dengan digitaliasasi akan ada efisiensi dalam sumberdaya frekuensi yang terbatas. Bicara soal penyiaran yang sehat itu berkaitan dengan industri sementara soal kualitas akan berkaitan erat dengan konten,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam acara puncak Rapat Koordinasi Nasonal Tahun 2018 Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (01/04/2018) siang, seperti dikutip dari kominfo.go.id/.

Menkominfo meminta KPI Pusat dan Daerah untuk memperkuat pengawasan konten atau manajemen konten.

“Kita harusnya berhenti di tataran izin, perkuat KPI dan KPID untuk pengawasan konten atau manajemen konten.  Untuk TV Free to Air mudah diawasi, tapi kalau bicara platform, free to air bukan satu-satunya media untuk menyebarluaskan kepada konten ke masyarakat. Ada satelit, ada juga media sosial dan media online. Risiko satelit studionya bisa dimana pun, sementara kalau free to air bisa diketahui,” jelas Rudiantara.

Lebih lanjut Menkominfo menjelaskan terdapat sekitar 2.700 lembaga penyiaran, 1.100 lembaga siaran televisi dan 1.600 siaran radio. Indonesia termasuk negara yang paling besar berikan izin ke lembaga penyiaran. Jadi pesan penyiaran yang sehat dan berkualitas sebagaimana tema Rakornas mensyaratkan industrinya sehat dan sustain, sementara kontennya harus berkualitas, ungkapnya.

Regulasi mengenai hal itu, tengah disiapkan dan akan dibahas DPR RI dan pemerintah. “Kita sedang coba rumuskan kembali dalam tataran legislasi, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dibahas oleh DPR dan pemerintah,” ujar Rudiantara.

Secara khusus kepada seluruh pemilik dan pengelola lembaga penyiaran, Menkominfo mendorong untuk menyampaikan kebenaran dan mengembankan hiburan yang tidak hanya sekadar jadi tontonan.

“Untuk lembaga yang punya siaran berita, pastikan informasi yang disampaikan kebenaran. Dan jika ada yang hiburan, saya mengharapkan hiburan bukan sekadar jadi tontonan tapi bisa menjadi tuntunan,” pintanya. (Hms/Vn)

 

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »