Meski Sulit, Intrusi Dapat Ditanggulangi

Indikatornews.com – Buruknya kualitas dan kuantitas air tanah di Jakarta, khususnya wilayah Jakarta Utara, bukan lagi hal baru. Kurangnya pasokan air bersih, sudah lama dirasakan warga.

Kondisi air tanah payau dapat menimbulkan banyak masalah, terutama masalah ekonomi dan kesehatan. Seperti dialami Irfan Ardianto, warga Sukapura, Jakarta Utara, “Air sumur di wilayah Cilincing, Priok, Semper, Sukapura, dan sekitarnya, kini payau akibat intrusi air laut.”

Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), seperti dilansir dari lipi.go.id mengungkap, intrusi air laut di permukaan Jakarta sudah mencapai 3 kilometer ke daratan. Apalagi di lapisan tanah dalam, bahkan lebih dari 10 kilometer. Apa dampaknya dan bagaimana cara menanggulanginya?

Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc menjelaskan, intrusi air laut adalah masuknya air laut ke lapisan tanah dalam sehingga salinitas (kadar garam) air tanah meningkat sampai di atas normal. Hal ini menyebabkan air tanah menjadi payau.

Dosen Teknik Lingkungan Universitas Indonesia ini sekaligus ingin meluruskan kesalahpahaman masyarakat, terkait beredarnya isu soal intrusi air laut Jakarta yang mencapai Monas.

“Yang benar, beberapa air sumur di wilayah Jakarta Pusat, termasuk sekitar Monas dan Menteng, memang memiliki tingkat salinitas di atas normal,” pungkasnya.

Sebagian besar air tanah dalam, lanjut Firdaus lagi, merupakan air tanah purba. “Kedalamannya dapat mencapai lebih 500 m. Karenanya Jakarta sering disebut sebagai Delta City karena terbentuk dari endapan sedimen. Itu dibuktikan melalui usia geologi dan sifat tanah yang aluvial (sel lunak),” jelas pakar Bioteknologi Lingkungan ini.

Dulu Ciputat merupakan pantai dan terdapat pula beberapa sungai purba yang mengalir ke laut dan membentuk sedimen, hingga sebagian sisa air laut terjebak di bawah tanah. “Inilah yang memengaruhi salinitas air di Jakarta Pusat,” jelas Firdaus.

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta juga membantah isu ini, karena intrusi air laut hanya sampai pinggiran Jakarta Utara.

Tanpa Penghalang

Firdaus juga menyampaikan, intrusi air laut bisa terjadi karena eksploitasi air tanah dalam yang berlebihan. Biasanya dilakukan para pengusaha industri, demi memenuhi kebutuhan air gedung-gedung bertingkat. Padahal eksploitasi yang berlebihan, dapat menyebabkan permukaan air tanah mengalami penurunan.

Jika permukaan air tanah lebih rendah dibanding permukaan air laut, genangan dari gelombang pasang tidak mudah mengalir kembali ke laut. Akibatnya akan memudahkan air laut penetrasi ke lapisan tanah dalam, sehingga terkontaminasi yang menjadikannya payau.

Selain itu, porositas (pori-pori) tanah juga bisa menjadi penyebabnya. Misalnya, porositas pasir yang tinggi dengan mudah mengalirkan air. Sementara tanah liat porositasnya kecil, sehingga menghambat aliran.

Jakarta yang kondisi tanahnya aluvial memudahkan air laut melakukan penetrasi ke daratan, karena tak adanya penghalang.

Dampak dan Kerugian

Firdaus menegaskan, kualitas air tanah payau ini sangat berdampak pada kesehatan. Sebagian besar warga Jakarta Utara kini tak bisa lagi memanfaatkan air sumurnya.

Air payau tentu tidak bisa dikonsumsi. Irfan mengaku tenggorokannya terasa kering dan perih, usai meminum air sumurnya. Tak hanya itu, air payau juga tidak baik digunakan untuk mandi karena bisa menyebabkan gatal-gatal, busik, dan penyakit kulit lainnya.

“Intrusi air laut juga berdampak pada aspek ekonomi, semisal penyebab korositas pada kontruksi bangunan. Tiang pancang yang di bawahnya akan karatan,” kata Ketua Indonesia Water Institut ini.

Begitu pula baju yang dicuci dengan air payau akan menguning, dan peralatan rumah tangga berbahan besi/alumunium jadi berkarat.

Risti Anissa mengeluhkan kondisi air di rumahnya. “Kualitas air sumur yang buruk membuat daerah kami jadi krisis air bersih. Untuk mandi atau dikonsumsi, harus beli atau pakai air PAM. Kalau selama ini saya gak punya air PAM, tentu gak tertolong,” keluhnya sebagai warga Jakarta Utara juga.

Mungkin sebagian warga Jakarta Utara menganggap PAM menjadi solusi dari dampak intrusi air laut. Tetapi pasokan air bersih dari PAM, belum mencukupi semua kebutuhan warga Jakarta.

Sebagai anggota Bidang Teknik Badan Regulator Pelayanan Air Minum DKI Jakarta, Firdaus mengakui PAM baru mampu melayani 44% total kebutuhan air bersih di Jakarta.

Ironisnya, masih ada saja warga yang mengeluhkan harga dan kualitas air PAM. “Alhamdulillah, PAM membantu sekali. Tapi, ya, sering banget air PAM keluarnya kecil sehingga harus ditadah dulu. Kadang warnanya keruh dan bau kaporit, bahkan bau got. Padahal saya bayarnya mahal, sekitar 150-250 ribu per bulan,” keluh Irfan.

Alternatif Penanggulangan

Jika sudah seperti ini, intrusi air laut harus segera diatasi. Meskipun sulit, karena sudah tercemarnya air tanah dengan air laut.

Firdaus optimis, masalah intrusi air laut ini dapat ditanggulangi. Banyak negara lain juga mengalami masalah ini, tetapi mereka mampu mengatasinya. Bukan tidak mungkin, Indonesia juga harus bisa.

Firdaus Ali menganjurkan permukaan air tanah harus ditinggikan, sehingga air laut dapat terdorong kembali ke laut. Caranya, dengan memasukan air bersih lebih banyak ke dalam tanah.

Salah satu cara memasukan air, dengan membuat sumur dan bidang resapan, atau dengan menginjeksikan air bersih ke dalam tanah sekitar 100-200 m.

Menampung dan mengolah air hujan, dianggap cara yang paling ampuh. Namun penanggulangan seperti ini butuh waktu dan biaya, sehingga mungkin pemerintah selama ini belum memilihnya sebagai solusi.

Jakarta yang padat penduduk dan memiliki keterbatasan lahan, disiasati dengan membuat bendungan/waduk besar sebagai penampungan sekitar 100 m di bawah permukaan tanah.

Firdaus Ali menyarankan, bagi warga Jakarta yang ingin berkontribusi nyata, dapat membantu agar sebanyak mungkin air hujan diresapkan ke dalam tanah. Setiap rumah membangun sumur resapan.

Air hujan yang jatuh ditampung, lalu dimasukkan ke sumur resapan. Dengan demikian, akan berkurang air yang mengalir ke sungai. Andai semua air hujan masuk ke dalam tanah, akan mengisi stok air tanah dangkal. Lama kelamaan akan mengisi air tanah dalam.

Pemerintah juga perlu menegakkan peraturan mengenai pengambilan air tanah, terutama kepada para pengusaha yang mengeksploitasi secara berlebihan. Pada pelaksanaannya, banyak pengusaha yang enggan menaati peraturan tersebut.

Dengan menegakkan aturan dan memberi sanksi tegas, akan lebih menimbulkan kesadaran para pengusaha. Pemerintah dan pengusaha harus bertanggungjawab atasi masalah ini, karena kebanyakan warga Jakarta hanya menggunakan air tanah dangkal.

Pasokan air bersih adalah hak setiap warga. Sebelum kondisi semakin memburuk, marilah kita bahu membahu meningkatkan kesadaran untuk menggunakan air bersih dengan bijak. (Nickie Almira / PNJ)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »