Pariwisata Terintegrasi Priangan Timur Diyakini Mendukung Pertumbuhan Wilayah

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Sektor pariwisata merupakan sektor yang sangat menjanjikan, bahkan disebut New Engine of growt (sumber pertumbuhan ekonomi baru) karena memiliki multi player effect yang relatif tinggi dan terpenting bersifat inklusif didalamnya. Hal tersebut diyakini cocok untuk wilayah Priangan Timur yang menghadapi permasalahan pengangguran, indeks kemiskinan dan indeks ketimpangan ekonomi yang relatif tinggi.

Hal tersebut diutarakan Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji pada Launching Pariwisata Terintegrasi ‘One Stop East Preanger Tourism’ di Bale Priangan Bank Indonesia Tasikmalaya, selasa (13/8/2019)

Dilihat dari perkembangan neraca jasa Indonesia, menurut Heru jasa perjalanan menunjukkan secara konsisten berkontribusi positif terhadap neraca jasa dengan nilai yang semakin meningkat (tahun 2016 tercatat 3,64 miliar USD meningkat menjadi 4,23 miliar USD tahun 2017), didorong nilai ekspor jasa sebesar 12,52 miliar USD lebih tinggi dari impor jasa perjalanan sebesar 8,29 miliar USD. “Penerimaan jasa perjalanan dari wisman lebih besar dari perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri,” jelasnya

 

Daerah di Indonesia yang mengandalkan pariwisatannya seperti Kota Batu dan Banyuwangi (Jawa Timur) tambah Heru, sektor pariwisata menyumbang pertumbuhan yang paling tinggi selama 15 tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari konektifitas program antar pemerintah daerah di dalamnya serta keterlibatan masyarakat dan swasta yang sangat membantu pengembangan kepariwisataan sehingga berdampak positif terhadap pembangunan baik secara sosial, ekonomi maupun struktur wilayah.

Kata Dia, pariwisata terintegrasi ‘One Stop East Preanger Tourism’ merupakan Even strategis yang menunjukkan komitmen dan semangat dari seluruh kepala daerah Priatim (Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran) dalam bentuk kerjasama untuk mengembangkan sektor wisata di daerah melalui pendekatan yang terintergrasi.

“Dengan MoU akan tercipta kesatuan langkah dalam pengembangan pariwisata yang meliputi political will terkait ; Anggaran di sektor pariwisata, melakukan promosi pariwisataan secara terintegrasi, Mengembangkan paket wisata unggulan yang terintergrasi dan Pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata,” tandas Heru

Walikota Tasikmalaya dan Bupati Ciamis H. Herdiat saat mendapat cindera mata dari Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji

Terwujudnya Kerjasama dalam bentuk kolaborasi pariwisata yang terintegrasi di wilayah Priangan Timur disambut positif ke-6 kepala daerah sehingga potensi yang ada di wilayah priangan timur baik potensi wisata, budaya dan potensi lainnya dapat dimanfaatkan melalui kolaborasi serta mangenyampingkan ego-ego wilayah sehingga kelebihan dan kekurangan potensi tiap wilayah bisa saling tertutupi menjadi satu kesatuan yang terintegrasi.

Tindak lanjut bentuk kerjasama ini menurut Walikota Tasikmalaya Budi Budiman menjadi semangat dan tantangan bagi pelaku di sektor pariwisata. “Melalui sinergitas ini ada kesepahaman, kebersamaan program seperti paket bersama pariwisata mulai dari Garut hingga pangandaran,” harap Budi

Dengan ‘One Stop East Preanger Tourism’ ini pun tambah Budi, melalui dukungan kebijakan pemerintah dan kolaborasi yang baik dengan pelaku usaha dengan Infrastruktur pendukung pariwisata yang memudahkan konektifitas, atraksi wisata yang beragam dan kualitas aminitas yang cukup baik diharapkan mendukung pertumbuhan wilayah.

“Hubungan ekonomi di wilayah Priatim akan semakin cepat dan terakselerasi lebih baik di masa datang, karena pertumbuhan di suatu daerah akan berimbas ke daerah sekitarnya,” pungkas Budi @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »