PEMPROV DKI JAKARTA KOMITMEN SUKSESKAN ASIAN GAMES XVIII

Jakarta Pusat  –  

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjadi tuan rumah yang baik untuk perhelatan olahraga Asian Games XVIII Tahun 2018 agar berlangsung aman, sukses, dan lancar, dari 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018. Untuk itu, dilakukan sejumlah kesiapan, melalui kebijakan traffic management guna memenuhi standar Dewan Olimpiade Asia – Olympic Council of Asia (OCA); terkait waktu tempuh, rute perjalanan, serta rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan Jakarta. Sebab, lokasi antara venue pertandingan dengan hotel/wisma atlet dan official berjarak cukup jauh.

Kebijakan traffic management, antara lain dengan penerapan Asian Games Lines atau jalur khusus Asian Games, memperluas area plat ganjil-genap di Jakarta, serta jalur khusus di tol dan non tol untuk atlet dan official. Hal ini dimaksudkan agar waktu tempuh yang dibutuhkan atlet dan official dapat datang tepat waktu di venue pertandingan sesuai standard OCA, yakni maksimal 34 menit. Jika atlet dan official datang terlambat di venue, berakibat fatal dan dapat didiskualifikasi.

“Terkait dengan lalu lintas, nanti akan disiapkan jalur khusus di jalan tol. Mulai dari ram di Kemayoran, Ancol, di Utara untuk sepanjang jalur lewat Grogol menuju Senayan, semua ada jalur khusus. Lalu, ada juga jalur yang timur lewat Kelapa Gading sampai ke tol Jagorawi untuk sampai ke TMII. Jadi, ada beberapa lokasi yang jangkauannya amat jauh. InsyaAllah yang ke GBK arah Senayan dan ke lokasi-lokasi lain itu terjangkau dalam 30 menit dengan rekayasa lalu lintas,” papar Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transportasi Asian Games yang Cepat, Tepat, Aman dan Lancar: On Time, On The Track” di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Sementara itu, untuk lokasi venue terjauh dan waktu tempuhnya lebih dari 30 menit secara normal tanpa kemacetan, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan agar lokasi atlet menginap dekat dengan venue tersebut, seperti atlet golf. “Tadi saya sampaikan, dari wisma atlet, venue terjauh itu di Lapangan Golf Pondok Indah, (yakni) 41,5 kilometer. Untuk dijangkau dalam 30 menit dalam kondisi normal kosong sekalipun tidak mungkin. Jadi, kami mengusulkan untuk para atlet golf bisa tinggal di lokasi yang dekat dengan Pondok Indah. Begitu juga dengan atlet pencak silat, lokasi venue di Taman Mini, menuju ke tempat itu lebih dari 29 kilometer dari wisma atlet,” jelas Gubernur Anies.

Di sisi lain, untuk fasilitas pendukung transportasi Asian Games XVIII Tahun 2018, telah disiapkan lebih dari 1.100 unit kendaraan, ada 6 jenis moda transportasi, termasuk 300 lebih TransJakarta. Persiapan LRT tahap awal diprioritaskan rute Kelapa Gading-Velodrome-Rawamangun yang diprediksi akan selesai sesuai rencana, yakni kesiapan keseluruhan sudah 70,44 persen, untuk rail sudah 99 persen, dan rencananya bulan Juli 2018 akan diadakan Trial Run. Untuk proyek MRT Jakarta Fase I juga telah mencapai tahap finalisasi, progres pembangunan MRT sudah mencapai 92,5 persen. Gubernur Anies berharap semua moda transportasi publik yang disiapkan ini dapat memfasilitasi warga Jakarta dan sekitarnya untuk bisa mengikuti Asian Games tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Beberapa infrastruktur makro pendukung Asian Games 2018 pun telah rampung, antara lain pembangunan venue-venue dan GOR latihan atlet, pembangunan Wisma Atlet Kemayoran, pembangunan jalur Bus TransJakarta layang Ciledug-Tendean Jakarta Selatan telah berfungsi, revitalisasi Pulau Bidadari untuk menjadi destinasi wisata menyambut Asian Games, meningkatkan jumlah RTH dan Taman Kota, serta revitalisasi Lapangan Banteng. “Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) mendapatkan tugas untuk menyiapkan equestrian, velodrome, stadion BMX, kemudian juga membangun stadion untuk baseball dan menyiapkan sepuluh GOR untuk menjadi tempat latihan bagi para atlet. Semua itu Alhamdulillah on schedule, insyaAllah semuanya siap,” ungkap Gubernur Anies.

Gubernur Anies turut menyampaikan akan ada kebijakan dari Pemprov DKI Jakarta dalam hal penyesuaian jam sekolah di Jakarta. Hal ini pun masih dalam rangka kebijakan traffic management untuk mengendalikan arus lalu lintas. “Sebagai tambahan, terkait dengan siswa, sejauh ini kami mengatur lewat (kebijakan) jam belajar yang diubah. Karena itu, kami mengendalikan pergerakan 800 ribu lebih. Jadi, jam 6.30 semua sekolah sudah mulai, (dan) paling lambat mereka keluar sekolah jam 2 siang. Anak-anak sekolah juga nanti akan secara betahap diundang untuk mengikuti Asian Games, bus disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta,” terang Gubernur Anies.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »