PENCANANGAN RENCANA BESAR REVITALISASI TAMAN ISMAIL MARZUKI

Jakarta, Indikatornews.com

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencanangkan Rencana Besar Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), tepat pada hari ulang tahun PKJ TIM yang ke-50. Pencanangan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, dengan memperlihatkan maket Rencana Besar Revitalisasi PKJ TIM, di halaman PKJ TIM, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam (10/11). Melalui Rencana Besar Revitalisasi ini, diharapkan mampu menciptakan ruang inklusif bagi para seniman dan masyarakat, sehingga perkembangan seni dan budaya di Ibu Kota dapat semakin pesat.

Gubernur Anies menyampaikan revitalisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki ekosistem berkesenian yang berkualitas, mewujudkan masyarakat Jakarta yang berbudaya serta mengembalikan Jakarta sebagai kota seni dan budaya terkemuka di mata dunia. Semua itu untuk  membentuk citra, wajah baru, dan terus menghidupkan jiwa PKJ TIM, serta memantapkan Jakarta Kota Budaya.

“Kita menginginkan di tempat ini menjadi sebuah ekosistem, baik di TIM-nya maupun di Jakarta. Bila di Jakarta tumbuh ekosistem yang baik, pemerintah lah yang memfasilitasi tapi yang menumbuhkan ekositem adalah pelaku-pelakunya. Kita ingin peringatan 50 tahun TIM menjadi penanda bahwa pemerintah akan konsisten berkolaborasi dengan para seniman dan budayawan di Jakarta,” jelas Gubernur Anies dalam sambutannya.

Kini sudah saatnya, lanjut Gubernur Anies, Jakarta sebagai Ibu Kota Negara memiliki Pusat Kesenian berkelas internasional yang dapat dibanggakan, seperti yang dimiliki kota-kota besar negara lainnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan selalu menggandeng para insan seni dan budaya, para seniman dan budayawan, pelaku seni dan budaya, pemerhati seni dan budaya, serta mahasiswa seni dan budaya Jakarta untuk menjaring gagasan sebanyak mungkin, mengenai kebutuhan nyata PKJ TIM di masa mendatang.

“Kita ingin Jakarta bisa menjadi tuan rumah bagi perhelatan kesenian dan kebudayaan dunia. Itu artinya kerja besar bagi kita semua yang ada di tempat ini. Untuk melakukan itu semua, Pemprov DKI Jakarta membentuk tim kecil Revitalisasi TIM. Ini bukan sebuah tim yang akan hadir mengatur seluruh urusan, tapi tim ini yang akan menjadi cikal bakal dan fasilitator, tanpa ada sebuah kelompok kerja kecil, akan sulit kita bekerja secara terstruktur,” jelas Gubernur Anies.

Sang Arsitek Rencana Besar Revitalisasi PKJ TIM, Andra Matin, mengungkapkan, desain revitalisasi ini ingin mengembalikan nafas atau soul yang ada pada bangunan TIM pada saat pertama kali dibuat tahun 1968, yakni sebagai bangunan yang sangat inklusif, terbuka, dan guyub. “Waktu zaman itu, para seniman tidak ada batasan antara seniman dengan seniman, seniman dengan masyarakat, seniman muda dengan seniman tua. Itu menjadi sesuatu yang kondusif pada saat itu,” ujarnya.

Andra Matin menjelaskan revitalisasi akan berlangsung dalam beberapa tahapan dan dikerjakan dengan proyek yang multi-years, kurang lebih dalam kurun waktu empat tahun. Tahapan pertama, jelas Andra, akan dibuat bangunan baru agar semua kegiatan dipindahkan lebih dahulu ke bangunan baru tersebut. Kemudian, bangunan yang lama akan dipugar, serta mengubah lahan parkir menjadi taman, dengan menyediakan tempat parkir di bawah (basement) bangunan yang baru.

“Kami melihat ada bangunan yang sangat baru, seperti Teater Jakarta, itu akan kami keep. Kemudian, ada Planetarium, dengan sejarahnya, dengan fungsinya yang cukup baik, secara interior akan kami pertahankan. Namun, eksteriornya akan menyesuaikan dengan desain kami yang baru. Kemudian, di bagian belakang teater tertutup itu juga dipertahankan, tapi ada satu bagian yang sekarang ada XXI itu akan kami hilangkan dan fungsinya dipindahkan ke gedung baru,” jelasnya.

Andra pun menegaskan revitalisasi ini akan menjadikan PKJ TIM sebagai suatu taman yang besar, suatu tempat untuk para seniman dapat praktik, latihan, dan mempertunjukkan seninya di luar / outdoor. Masyarakat juga dapat melihat mereka berlatih maupun sekadar menikmati ruang terbuka hijau. Sehingga, PKJ TIM menjadi tempat yang inklusif bagi para seniman dan masyarakat.

Adapun fungsi utama PKJ TIM, yaitu sebagai fasilitas pendidikan, pembinaan dan tempat pergelaran seni budaya, serta sekaligus sebagai tempat pengembangan profesi bagi mereka yang memiliki bakat seni yang kreatif menjadi seniman profesional, juga menjadi tempat pendidikan para pemikir di berbagai bidang seni untuk melanjutkan perjalanan seni dan budaya serta peradaban budaya bangsa.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »