Penyair Nusantara dan Asean Hadiri Hari Puisi di Riau

Riau. Indikatornews.com

Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) yang berlangsung di Riau dihadiri 134 penyair. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) yang dinakhodai penyair perempuan Riau, Kunni Masrohanti.

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 3 – 5 Agustus lalu, di fokuskan di Pekanbaru dan Kampar Kiri. Berbeda dengan tahun lalu difokuskan di Pekanbaru dan Siak.

Setiap tahunnya, sejak hari puisi dideklarasikan,  penyair perempuan Riau tersebut, menggagas dan menggawangi kegiatan ini.

“Awalnya hanya dirayakan bersama teman-teman sesama komunitas. Kemudian bersama penyair-penyair Riau, dan sejak tiga tahun terakhir ini, dirayakan bersama penyair dari berbagai provinsi di Indonesia bahkan Asean,” kata Kunni.

Sementara itu Kunni pun mengajak seluruh penyair untuk bersama-sama merayakan hari puisi tersebut.

Bahkan Kunni menyebutkan, KSRS mengundang penyair-penyair Indonesia dan Asean untuk menulis puisi, yang kemudian dibukukan dalam kumpulan puisi bersama dengan judul “Kunanti di Kampar Kiri”.

Dalam kesempatan yang sama, KSRS  juga mengelar diskusi tentang sastra dan puisi, selanjutnya para penyair tersebut diajak bertamasya batin ke daerah tempat lokasi acara agar penyair tersebut lebih terinspirasi.

Setiap tahunnya, tema yang diusung juga selalu berbeda, seperti pada tahun 2016, Puisi Adalah Kita. Tahun 2017, Puisi Jalan Mencipta Sejarah dan tahun ini dengan tema Puisi Jalan Merawat Tradisi.

Perayaan hari puisi ini, menurut Kunni, sebagai salah satu cara memperkenalkan puisi dan sastra kepada masyarakat dan mengenalkan rasa cinta puisi di dalam hati para penyair. Selain itu Riau memang memiliki pengaruh besar bagi kesusasteraan di Indonesa.

Begitu juga dengan presiden penyair Indonesia, Sutardji, yang juga orang Riau, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memperkenalkan sastra kepada masyarakat Riau, terutama puisi. Bangsa Indonesia dilahirkan oleh puisi yang bernama Sumpah Pemuda, jelas Kunni.

Selain penyair-penyair dari Indonesia  yang datang seperti Aceh, Sumbar, Sumut, Jakarta, Bali, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Barat dan lain sebagainya, termasuk penyair Asean, perayaan hari puisi tahun ini juga banyak dihadiri komunitas dari berbagai kabupaten/kota di Riau, khususnya daerah yang sebelumnya telah disinggahi program Kenduri Puisi.

Ketua Yayasan Hari Puisi Indonesia, Maman S Mahayana, menyebutkan, perayaan HPI di Indoensia semakin tahun semakin meriah.

Pada tahun lalu, lebih dari 80 kabupaten/kota di seluruh provinsi melaksanaan perayaan HPI, termasuk Riau. Mayoritas oleh komunitas dan penyair asal daerah masing-masing.

‘’Kunni dan Rumah Suntingnya selalu menjadi inspirasi bagi kawan-kawan penyair di daerah lain di Indonesia. Ia selalu aktif dalam grup-grup sastra yang ada. Selalu menebarkan virus semangat dan daya juangnya yang tinggi. Kreatif. Selalu ada ide baru dalam sastra terutama puisi,” ujarnya.

Seluruh penyair di Indonesia dan Yayasan HPI sedang berjuang agar pemerintah Indonesia menjadikan HPI, sebagai salah satu hari besar di Indonesia yang diperingati seluruh warga Indonesia, bukan hanya penyair saja. Dan ini perlu pejuang-pejuang kesusasteraan yang tangguh, salah satunya seperti Kunni dan pasukan Rumah Suntingnya itu, tambah Maman. (rls)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »