Perketat Kegiatan Ekspor Impor, Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Hadiri Rapat Penanganan Pengawasan Pangan

Jayapura, Indikatornews.com – Dalam rangka mengawasi kegiatan ekspor impor terutama di bidang pangan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH hadiri rapat penanganan pengawasan pangan di perbatasan RI-PNG yang bertempat di PLBN Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, Rabu (07/08).

Disampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat.

“Tujuannya adalah untuk mengatur pangan ekspos impor dengan memberlakukan NIE (Nomor Izin Edar) untuk menghindari produk-produk “Dumping”, “Bioterism”, dan “Food Fraud”,” jelas Mayor Erwin.

Dilanjutkan oleh Mayor Erwin, kedepan akan ditempatkan petugas dari BPOM ke PLBN Skouw yang akan menangani masalah impor dan ekspor yang harus dilengkapi dengan NIE. “Kedepan BPOM akan mengidentifikasi produk-produk ekspor impor dengan masa berlaku produk dan NIE produk. Keterikatan Satgas juga untuk mengawasi barang-barang terutama bahan pangan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Pangan BPOM Pusat Ir. Tetty Helfery Sihombing, MP. Mengatakan bahwa kedepan akan diadakan sosialisasi kepada pedagang besar maupun kecil. “Sosialisasi kami lakukan terlebih dahulu kemudian akan kami buatkan aturan/SOP oleh pihak PLBN bekerja sama dengan instansi terkait agar terlaksana sinergitas dalam kegiatan pengawasan keluar masuknya produk obat dan makanan, dan besar harapan kami peran dari Satgas sebagai penjaga keamanan wilayah perbatasan untuk dapat mendukung tugas kami,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala BPOM Jayapura Drs. Hans G. Kakerissa, Apt., Koord Adm PLBN Skouw, Kepala Pos Pengawasan dan pelayan Bea Cukai, Kepala Pos Karantina Pertanian Skouw, Pos Karantina Ikan Skouw dan Kapospol batas. (SP)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »