Presiden Serahkan 7.000 Sertifikat Tanah Warga Bogor

Bogor, Indikatornews.com

Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada 7.000 warga Bogor. Sertifikat tersebut terdiri dari 3.000 untuk warga Kabupaten Bogor dan 4.000 warga untuk Kota Bogor, melalui program reforma agraria, yang berlangsung di Lapangan Luar Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/09/2018), seperti dikitip dari setkab.go.id.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan, ada 126 juta sertifikat bidang tanah seluruh Indonesia yang seharusnya diberikan, namun hingga tahun 2015 baru 46 juta bidang tanah yang bersertifikat.

“Saya cek di kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional), setiap tahun hanya keluar 500-600 ribu sertifikat per tahun di seluruh tanah air. Saya hitung, kalau masih kurang 80 juta sertifikat berarti harus menunggu 160 tahun.” ujar Presiden.

Lanjutnya, oleh sebab itu pemerintah terus meningkatkan pembagian sertifikat ini, dimana tahun 2017 dari 500 ribu menjadi 5 juta, tahun 2018 sebanyak 7 juta, dan tahun 2019 ditargetkan 9 juta sertifikat diberikan.

Jokowi mengaku, setiap kali ke daerah keluhannya sama, yaitu sengketa lahan, konflik tanah. Oleh karena itu, pada masa pemerintahannya, Presiden Jokowi ingin mempercepat proses sertifikasi lahan melalui program reforma agraria.

Ia juga berpesan agar masyarakat penerima menjaga sertifikatnya dengan baik. “Hati-hati, ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki,” ujarnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan masyarakat yang ingin menggunakan sertifikat tanahnya sebagai agunan di bank agar dihitung angsurannya.

“Kalau sertifikat ini mau dipakai untuk jaminan ke bank, tolong dihitung, bisa mengangsur tidak setiap bulan. Saya titip, gunakan seluruhnya untuk modal usaha, modal kerja,” ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, dalam laporannya menyampaikan,  paling sedikit 1.270.000 sertifikat tanah akan dibagikan di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018.

“Untuk Kabupaten Bogor, target kita tahun ini 80.750 sertifikat. Untuk Kota Bogor, kami akan membagikan 60.000 sertifikat,” ungkap Sofyan.

Lanjutnya, dari enam kecamatan yang ada di kota Bogor, dua kecamatan tahun ini sudah lengkap semua bidang tanahnya mempunyai sertifikat.

“Tahun depan kita akan sertifikatkan seluruh tanah yang tersisa di Kota Bogor. Sedangkan untuk Kabupaten Bogor, karena luas sekali, seluruh tanah kita sertifikatkan paling lambat tahun 2025,” tambahnya.

Presiden Serahkan 7.000 Sertifikat Tanah Warga Bogor

Bogor, indikatornews.com

Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada 7.000 warga Bogor. Sertifikat tersebut terdiri dari 3.000 untuk warga Kabupaten Bogor dan 4.000 warga untuk Kota Bogor, melalui program reforma agraria, yang berlangsung di Lapangan Luar Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/09/2018), seperti dikitip dari setkab.go.id.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan, ada 126 juta sertifikat bidang tanah seluruh Indonesia yang seharusnya diberikan, namun hingga tahun 2015 baru 46 juta bidang tanah yang bersertifikat.

“Saya cek di kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional), setiap tahun hanya keluar 500-600 ribu sertifikat per tahun di seluruh tanah air. Saya hitung, kalau masih kurang 80 juta sertifikat berarti harus menunggu 160 tahun.” ujar Presiden.

Lanjutnya, oleh sebab itu pemerintah terus meningkatkan pembagian sertifikat ini, dimana tahun 2017 dari 500 ribu menjadi 5 juta, tahun 2018 sebanyak 7 juta, dan tahun 2019 ditargetkan 9 juta sertifikat diberikan.

Jokowi mengaku, setiap kali ke daerah keluhannya sama, yaitu sengketa lahan, konflik tanah. Oleh karena itu, pada masa pemerintahannya, Presiden Jokowi ingin mempercepat proses sertifikasi lahan melalui program reforma agraria.

Ia juga berpesan agar masyarakat penerima menjaga sertifikatnya dengan baik. “Hati-hati, ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki,” ujarnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan masyarakat yang ingin menggunakan sertifikat tanahnya sebagai agunan di bank agar dihitung angsurannya.

“Kalau sertifikat ini mau dipakai untuk jaminan ke bank, tolong dihitung, bisa mengangsur tidak setiap bulan. Saya titip, gunakan seluruhnya untuk modal usaha, modal kerja,” ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, dalam laporannya menyampaikan,  paling sedikit 1.270.000 sertifikat tanah akan dibagikan di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018.

“Untuk Kabupaten Bogor, target kita tahun ini 80.750 sertifikat. Untuk Kota Bogor, kami akan membagikan 60.000 sertifikat,” ungkap Sofyan.

Lanjutnya, dari enam kecamatan yang ada di kota Bogor, dua kecamatan tahun ini sudah lengkap semua bidang tanahnya mempunyai sertifikat.

“Tahun depan kita akan sertifikatkan seluruh tanah yang tersisa di Kota Bogor. Sedangkan untuk Kabupaten Bogor, karena luas sekali, seluruh tanah kita sertifikatkan paling lambat tahun 2025,” tambahnya.(hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »