Puskesmas Paripurna Harus Memenuhi Standar Permenkes dan Kompetensi

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan, jumlah penduduk dan aksesibiltas, dalam satu kecamatan dapat didirikan lebih dari satu (1) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Walau demikian, pendirian Puskesmas tersebut harus memenuhi persyaratan berdasarkan Permenkes Nomor 75 tahun 2014 seperti lokasi, bangunan, prasarana, peralatan kesehatan, ketanagaan, kefarmasian dan laboratorium serta memperhatikan aspek perijinan.

Hal tersebut disampaikan kepala bagian Organisasi Pemkot Tasikmalaya Imin Muhaimin saat verifikasi lapangan pembentukan UPTD Puskesmas Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, senin (12/8/2019)

Kata Dia, hasil verifikasi akan diajukan untuk dibuat Peraturan Walikota (Perwal) setelah semua persyaratan terpenuhi terutama kriteria Permenkes serta SDM yang disiapkan memenuhi standar kompetensi untuk optimalisasi pelayanan kesehatan menuju Puskesmas yang paripurna. “Target tahun 2019 ini bisa operasional,” ungkap Imin

Plt. Kadis Kesehatan Encu Darsiwa

Kecamatan Cibeureum dengan 9 Kelurahan dan jumlah penduduk 62 ribu dipandang perlu mendirikan Puskesmas lagi untuk memenuhi pelayanan kesehatan 29 ribu masyarakat yang ada di empat (4) kelurahan. “Seluruh fasilitas Puskesmas Kersanagara sudah kami siapkan tinggal menunggu kuasa pengguna barang dan akan segera berjalan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kecamatan Cibeureum,” kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Encu Darsiwa

Encu menambahkan, standar yang disyaratkan Permenkes Nomor 75 tahun 2014 terkait SDM struktural sudah tersedia tinggal pimpinan Puskesmas yang harus terlegitimasikan dengan pelantikan. “Tenaga pelayanan kami split dari Puskesmas yang ada disekitar sesuai kompetensinya dengan mengikuti mekanisme yang ada,” jelasnya

Kepala Puskesmas Cibeureum drg. Titin Hajari

Terkait anggaran untuk Puskesmas dengan luas 30 bata ini menurut Encu di split dari anggaran Kecamatan Cibeureum. Lanjut Dia, progres pembangunan sejak tahun 2018 dari pengembangan Puskesmas pembantu (Pustu). Verifikasi dilakukan untuk diajukan dan dilegitimasi serta dibuatkan Perwal menjadi 22 Puskesmas dari 21 Puskesmas yang sudah terverifikasi dan berjalan di setiap Kecamatan.

Hal senada dikatakan Kepala Puskesmas Kecamatan Cibeureum drg. Titin Hajari bahwa pendirian Puskesmas Kersanagara semata untuk pelayanan kesehatan agar lebih optimal di Kecamatan Cibeureum serta aksesibilitas lebih meningkat. Saat Puskesmas Kersanagara sudah beropersi, menurut Titin tenaga kerja kesehatan terdiri dari tenaga kesehatan yang ada di pustu dan kelengkapan tenaga struktural lainnya di tentukan oleh Dinas Kesehatan. “Untuk sementara pelayanan masih di Puskesmas Cibeureum. Pustu yang dikembangkan (sedang di verifikasi) dengan 6 tenaga pelayanan kesehatan pun tetap berjalan,” pungkas Titin @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »