Rokhmin Layak Jadi Menko Kemaritiman Kabinet Jokowi-KH. Ma’Ruf Amin

Jakarta, Indikatornews.com

Ketua Umum Indonesia Korea Friendship Assosiation (IKFA) Adhi Wargono memberikan dukungan penuh agar Rokhmin Dahuri dipercaya oleh presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-KH Ma’ruf Amin menjadi menteri Kelautan dan Perikanan atau bahkan Menko Kemaritiman, untuk menyelesaikan tugas periode pertama Jokowi dalam menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Rokhmin dinilai oleh Adhi Wargono memiliki pemikiran pemikiran dahsyat dibidang kemaritiman, khususnya bidang kelautan.

Menurut Adhi Wargono, Rokhmin mengerti betul bahwa potensi laut bukan hanya kekayaan ikannya tapi juga kekayaan lainnya termasuk biota yang tersebar luas di bawah laut yang sangat luas yang di miliki Indonesia.

Rokhmin Dahuri yang juga Ketua Dewan Pengarah IKFA memperoleh kepercayaan dari Korea Selatan, selain dari Provinsi Busan juga Pulau Jeju, dimana Rokhmin diberikan kehormatan sebagai Duta Besar Khusus Jeju Island.

Rokhmin yang saat ini menjadi Pengajar pasca sarjana Intstut Pertanian Bogor (IPB) juga memiliki basis politik cukup kuat, yakni Ketua Bidang Kemaritiman DPP PDI Perjuangan.

Selain menjadi pengajar, Prof. DR. Rokhmin Dahuri juga sering menjadi dosen tamu di berbagai universitas di dalam maupun luar negeri dalam ilmu yang ditekuninya, kelautan dan perikanan.

Salah satu pemikirannya tentang “Optimalisasi Visi Negara Maritim dalam Pembangunan Daerah” disampai dalam forum grup diskusi (FGD), Rabu 17 Juli lalu yang diselenggarakan oleh Kelompok Suara Pembaruan.

Dalam artikel yang diterbitkan oleh Harian KOMPAS, Kamis 11 Juli, Rokhmin Dahuri menulis artikel dengan judul “Membangun Raksasa Ekonomi Squakultur yang Tertidur”. Ia menyebutkan antara lain, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perang dagang antara AS dengan China, Indonesia harus mengembangkan “Ekonomi Akuakultur”. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang 75 persen wilayahnya berupa laut serta 28 wilayah daratnya terdiri dari sungai, rawa, danau dan waduk, maka potensi perikanan budi daya harus dikembangkan. “Kita memiliki jenis ikan terbanyak di dunia. 35 juta ton potensi ada di air payau, dan 20 juta ton ada di perairan umum darat. (*)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »