RP3YD Medan Putuskan Pra Kongres INI di Jogja

Medan. Indikatornews.com – “Agenda Rapat Pleno Pusat Yang Diperluas (RP3YD) kali ini tidak membahas hal-hal yang ditail dan hanya beberapa item penting yang disempurnakan untuk di masukan sebagai bahan rekomemdasi. Karena enam bulan lalu beberapa hal yang dibahas juga sudah dibahas di RP3YD di Solo”.

Pernyataan diatas disampaikan oleh Ketua Umum PP INI, Yualita Widyadari. SH didampingi Sekretaris Umum  Tri Firdaus AkbarsyahSH. MH dan Ketua Bidang Hubungan Masyarakat PP-INI, Mugaera Djohar, SH menjawab pertanyaan Indikatornews.com usai Rapat Pleno Pusat Yang Diperluas (RP3YD) sekaligus Pembekalan dan Penyegaran Pengetahuan bagi Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Ruang Vip Hotel JW Marriot, Kota Medan Sumatera Utara, (8/5) lalu.

Lebih jauh Yualita mengungkapkan hal-hal penting yang dibahas oleh Komisi A misalnya,  soal penyelarasan kurikulum pembelajaran Program Studi Magister Kenotariatan (Prodi MKN) yang merupakan kerjasama perguruan tinggi penyelenggara Prodi MKN seluruh Indonesia.

Selain itu lanjut Ketua Umum PP INI, di komisi A juga membahas keberadaan tenaga pengajar. “Selama ini tenaga pengajar Magister Kenotariatan belum mempunyai keseragaman terkait bahan ajar dan juga untuk
mekanisme perekrutan tenaga dosen,” terang Yualita.

Sementara hal penting yang dibahas dalam Komisi B adalah terkait soal pajak final bagi notaris supaya ada kejelasan kedepannya. Namun yang paling penting  menurut Yualita adalah soal penetapan penetapan Pra Kongres yang rencananya akan digelar di Jogyakarta bulan Oktobet 2018.

Sekretaris Umum PP INI, Tru Firdaus Akbarsyah. SH. MH menambahkan bahwa dalam RP3YD kali ini juga dibahas soal poin yang di usulkan oleh Pengda-pengda karena tidak adanya keseragaman.

Poin sebenarnya lanjut Tri Firdaus sudah diatur sejak lama tapi ada usulan dari daerah agar poin ini diatur ulang karena tidak ada kesergaman.

“Usulannya antara lain agar para pengurus baik ditingkat daerah dan wilayah diberikan poin. Selain itu, para anggota dewan kehormatan sampai dengan DKP Pusat juga agar diberikan poin sebagai  penghargaan atas kerja mereka mendukung setiap kegiatan organisasi,” imbuh Tri Firdaus.

Yualita menambahkan bahwa PP INI telah menyiapkan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi kurikulum maupun bahan ajar yang akan digunakan sebagai petunjuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di Program Studi Magister Kenotariatan.

“Yang terpenting terkait poin cepatnya laju kemajuan ilmu kenotariatan perlu diimbangi dengan peningkatan ilmu pengetahuan khususnya keahlian profesi yaitu  untuk itu PP INI melakukan ‘Pembekalan dan Penyegaran Pengetahuan bagi anggota  Ikatan Notaris Indonesia (INI)” terang Yualita.

Dan perlu dicatat, lanjut Yualita, tidak ada upaya dari PP INI untuk menghambat kemajuan para calon notaris. Semua ini dilakukan PP INI untuk masa depan profesi dan anggota yang lebih baik lagi.

“Dan harus diingat bahwa menjadi notaris sekarang ini menurut saya lebih enak sekarang,  kalau dulu jaman saya bisa lima tahun baru lulus jadi notaris,” imbuh Yualita. (Pramono)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »