RUBELLA PADA ANAK dan BAHAYANYA

Indikatornews.com

Rubella atau lebih populer dikenal dengan nama campak Jerman biasanya menyerang anak-anak dan remaja. Penyakit akibat virus rubella sangat mudah menyebar melalui batuk, bersin maupun butiran liur penderita yang tersebar di udara.

Bahaya Rubella

Bahaya rubella yang sesungguhnya adalah bila mengenai wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilannya mencapai 5 bulan. Rubella pada wanita hamil dapat menyebabkan bayi dalam kandungan terkena sindrom rubella kongenital yang berakibat cacat lahir seperti tuli, katarak, penyakit jantung bawaan, kerusakan otak, hati, paru-paru, diabetis tipe 3, pembengkakan otak, hipertiroidisme, hingga kematian. Karenanya, wanita hamil perlu memastikan dirinya bahwa ia tidak terkena Rubella.

Gejala Rubella dan pengobatannya

Umunya penderita mengalami demam, hidung tersumbat atau pilek, mata merah, pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher, serta timbul ruam di wajah, badan, tangan, dan kaki selama 1-3 hari. Ruam biasanya muncul pada waktu anak mulai demam. Pada remaja terutama remaja wanita, gejala dapat disertai nyeri pada sendi. Walau sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, gejala rubella pada anak biasanya lebih ringan dan beberapa anak bahkan tidak mempunyai gejala tersebut tetapi tetap dapat menularkan penyakitnya.  Untuk menentukan seseorang menderita rubella atau tidak, dokter biasanya mengambil sampel air liur atau darah untuk diperiksa di laboratorium.

Pengobatan rubella umumnya dapat dilakukan di rumah. Dokter biasanya memberikan obat untuk menghilangkan gejalanya saja, bukan untuk mempercepat penyembuhannya. Hal lain yang juga disarankan dokter antara lain,  beristirahat dan minum sebanyak mungkin supaya tidak dehidrasi.

Wanita hamil yang terkena rubella mungkin akan disarankan melakukan pemeriksaan seperti USG dan amniosentesis yaitu pengambilan cairan ketuban untuk mendeteksi kelainan pada janin.

Pencegahan dan imunisasi

Menurut Dokter Spesialis Anak Dr. Abdullah Reza, Sp.A. yang ditemui di ruang prakteknya di wilayah Menteng, Jakarta Pusat,  pencegahan rubella pada anak yang paling efektif adalah dengan imunisasi seperti vaksin MR (Measles/Campak & Rubella) dan MMR (Measles, Mumps, Rubella).  Pada awal introduksinya, vaksin MR akan diberikan pada anak 9 bulan sampai 15 tahun tanpa terkecuali dan selanjutnya vaksin MR akan mengikuti jadwal imunisasi campak yaitu usia 9 bulan, 18 bulan dan 6 tahun.  Adapun vaksin MMR, sampai saat ini belum kembali beredar di Indonesia.

Mengingat bahwa penyakit dapat menular melalui batuk, bersin dan air liur, penting untuk menghindari kontak dengan penderita sebisa mungkin. Pindahkan penderita ke ruang terpisah yang jauh dari anggota keluarga lainnya.  Hindari berbagi makan, minum menggunakan perangkat piring, gelas dan sendok secara bersamaan. Menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah bepergian atau jika terjadi kontak dengan penderita penting untuk dilakukan. (KD)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »