Seni Mural Dengan Nilai Budaya, Mengubah Karakter Vandalisme

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Pelukis nasional yang merupakan putri pelukis ternama Indonesia Affandi sekaligus istri dari Wakil Walikota Tasikmalaya H. Muhammad Yusuf, Hj. Rukmini Affandi Yusuf bersama pelukis asal Jerman Hans-Joerg Waskowski serta 23 pelukis asal Tasikmalaya melukis Mural sepanjang 50 meter di kawasan Pusat KerajinanPayung Geulis”  Kelurahan Panyingkiran Kecamatan Indihiyang Kota Tasikmalaya, senin (4/2/2019)

“Selain menumbuhkan potensi dan mengangkat kembali perekonomian serta regenerasi perajin payung geulis dan dampak mengubah karakter vandalisme masyarakat, juga untuk menjadikan Panyingkiran menjadi kawasan wisata industri kreatif payung geulis,” papar Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman

 

Walikota membuka dengan menorehkan kuas pertama untuk melukis Mural di kawasan Sentra Payung Geulis

Dia mengharapkan Payung geulis yang merupakan potensi unggulan dan menjadi ikon Kota Tasikmalaya, tidak meninggalkan nilai seni dan budayanya, harus menjadi fashion/mode dan mempunyai nilai atau fungsi manfaat. “Intinya bagaimana budaya payung geulis yang menjadi ikon Kota Tasikmalaya jangan sampai punah,” harap Budi.

Tahun 2020, pihaknya akan menghibahkan 1.000 payung geulis sebagai stimulan untuk dipakai masyarakat Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari bentuk kepedulian pemerintah terhadap pelestarian payung geulis dan menjadi trend mode keseharian dengan sisi manfaat yang diutamakan.

 

Melukis mural dengan tema tertentu (tema payung geulis di sentra kerajinan) pada dinding yang bisa dimanfaatkan dengan nilai seni budaya akan mengubah karakter vandalisme di masyarakat. “Hal itu dibuktikan dengan spot yang ada mural tidak tersentuh dan relatif aman dari vandalisme seperti di depan hotel Grand Metro di jalan HZ. Mustofa,” jelas Budi

Pelukis asal Jerman diantara Walikota dan Wakil Walikota serta Kepala Dinas Parbudpora Aan Hadian, SH (kanan)

Pelukis asal Jerman Hans-Joerg Waskowski sangat mengapresiasi inisiatif pelukis dan warga masyarakat yang dibantu Kadin Kota Tasikmalaya melukis mural dengan tema payung geulis dikawasan sentra payung geulis yang dianggapnya merupakan publikasi yang mengedukasi karena merupakan karya seni asli putra daerah Tasikmalaya. Dia bahkan memvideo-kan seluruh kegiatan melukis mural tersebut untuk publikasi di Jerman.

“Dia mengapresiasi komunitas seni Tasikmalaya yang mempunyai skill bagus dan akan memfasilitasi pelukis Tasikmalaya untuk membuka pameran lukisan di Jerman,” jelas Santi Diningsusanti Wakil ketua bidang kerjasama dan investasi Kadin Kota Tasikmalaya @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »