Sopan Santun Pada Balita

Indikatornews.com

BALITA SANTUN.  Ketika si kecil mulai berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, ini menandakan kemampuan bersosialisasi si kecil kian meningkat. Semua orangtua pasti senang jika melihat “perilaku manis” anaknya. Tetapi, sikap sopan dan santun tidak dibawa sejak lahir. Orangtualah yang wajib mengenalkan pada si kecil sopan santun sejak dini.

Tentunya setiap orangtua berharap anak mereka memiliki sikap sopan dan santun. Namun, budi pekerti atau tata krama yang baik tidak bisa muncul begitu saja. Anak perlu mendapat pengetahuan, pengenalan dan pembiasaan bagaimana bersikap sopan dan santun.

Anak adalah peniru paling ulung. Bahkan, saat masih belum dapat berbicara pun, anak sudah bisa menirukan perbuatan yang kita lakukan. Perilaku orangtua menjadi contoh nyata bagi anak bagaimana bersikap sopan dan santun. Waspadalah pada setiap tindak tanduk yang Anda lakukan. Si kecil senantiasa mengintai gerak gerik anda. Karena perilaku orangtua adalah guru terbaik bagi seorang anak.

Berikut ini hal-hal sederhana yang dapat orangtua terapkan dan biasakan pada si kecil agar ia dapat terbentuk menjadi pribadi yang sopan.

Sopan santun dalam berinteraksi

Semakin banyak aktivitas yang dilakukan si kecil, kian bertambah juga orang baru yang ia temui, mulai dari teman-teman sebayanya hingga orang dewasa.Ajarkan si kecil bersikap ramah dengan membiasakan tersenyum dan menyapa orang yang ditemuinya serta mencium tangan orang yang lebih tua.

 

Sopan santun dalam bertutur kata

pada masa perkembangan, si kecil tentunya perlu dibiasakan cara bertutur kata yang baik dan sopan. Karena pada usia ini si kecil kerap mengucapkan apa yang sering didengarnya dari orang-orang di sekitarnya. Orangtua bisa memulainya dengan  membiasakan penggunaan tiga kata sederhana, seperti ‘”Tolong”, “Maaf’, dan “Terimakasih”.

“Tolong”, “Maaf”, dan “Terimakasih” adalah 3 kata sederhana yang amat penting dan  sebaiknya dikenalkan dan dibiasakan penggunaannya sejak anak lahir. Ucapkanlah kata “Tolong” jika ingin meminta bantuan anak. Ucapkan “Terimakasih” bila si kecil melakukan sesuatu untuk Anda, dan jangan segan berkata “Maaf” jika Anda berbuat salah.

Dengan demikian anak akan belajar, menyadari dan mengetahui bahwa dirinya dihargai dan ia pun akan terbiasa menghargai orang lain.

Sesuai dengan usianya tentu si keecil sering lupa bagaimana bersikap baik, sehingga sangat wajar bila ia tiba-tiba melakukan tindakan kurang sopan. Jangan langsung memarahinya. Tapi ingatkan dia bahwa tindakan tersebut tidak sopan. Beri peringatan dengan cara yang menyenangkan. Misalnya, “Wah, karena terlalu haus, jagoan Bunda lupa bilang terima kasih ya…”

Hal yang perlu diingat dan disadari oleh orangtua bahwa sikap yang kurang sopan bukan lelucon atau bahan guyonan. Jangan menertawakan si kecil saat ia melakukan tindakan yang tidak santun. Bila Anda atau anggota keluarga lain melakukannya, anak akan berpikir perbuatannya lucu, wajar dan benar. Ini akan membuat si kecil semakin sulit memahami makna sopan santun, apalagi mempraktekannya.

Untuk membentuk sikap yang sopan dan santun pada balita orangtua harus konsisten dan jangan bersikap memaklumi dengan alasan apapun. Bila anak melakukan tindakan yang tidak sopan, ingatkan lagi, lagi dan lagi.

 


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »