SPKKL Kupang Uji Coba Aplikasi Pelaporan Kejadian Laut Berbasis Android

Kupang, Indikatornews.com

SPKKL Kupang mengajak peran serta masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut melalui kegiatan sosialisasi tugas fungsi Bakamla dan SPKKL, dihalaman Kantor SPKKL Kupang, kemarin (14/11). Kesempatan itu juga digunakan untuk melakukan uji coba aplikasi Beta-Kamla yaitu aplikasi pelaporan berbasis android yang merupakan salah satu inovasi SPKKL Kupang.

Kepala SPKKL Kupang Rudi Purnomo, S.Kom., M.Si. berharap aplikasi ini dapat memudahkan masyarakat nelayan untuk melaporkan kejadian-kejadian yang ditemui di laut. Menurut Kepala Urusan TU SPKKL Kupang Yeanry M. Olang, S.Kom., M.M., selama tahun 2018 sudah terjadi tiga kali kasus nelayan NTT melewati batas perairan Australia sehingga ditahan oleh Negara Australia dan 5 kasus kecelakaan laut yang disebabkan oleh cuaca, tinggi gelombang laut serta kondisi kapal.

Sementara itu, materi keamanan dan keselamatan laut dibawakan oleh Serka (Bah) Ayub A. Lay, dengan himbauan untuk ekstra hati-hati menghadapi cuaca hujan, angin dan tingginya gelombang laut saat berlayar mengingat saat ini sudah mulai memasuki musim hujan. Sangat penting menyediakan perlengkapan keselamatan laut salah satunya life jacket, selain itu kondisi kapal juga harus dipersiapkan dalam keadaan baik saat berlayar, katanya. Dijelaskan lebih lanjut tentang batas wilayah dimana laut NTT berbatasan langsung dengan Negara Australia dan Timor Leste, dan masyarakat sebaiknya mengetahui batas-batasnya. Acara diwarnai pula dengan demo menggunakan life jacket, diperagakan staf Kupang Dwi Delila Waty.

Usai penyampaian materi, dilanjutkan sesi diskusi atraktif. Pada umumnya peserta berharap dapat mengetahui dengan jelas batas wilayah perairannya. Mereka juga tertarik untuk bisa mendapatkan dukungan life jacket. Selain itu masyarakat juga terlihat tertarik dengan aplikasi yang diujicobakan, serta berharap agar aplikasi tersebut dapat segera di launching agar masyarakat lebih mudah untuk melapor apabila melihat atau mengalami kejadian kecelakaan di laut, ujar Feby Ferdinand, salah satu peserta.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »