10 Destinasi Wajib Dikunjungi Saat Asian Games

Palembang, Indikatornews.com – Sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018, Sumatera Selatan memiliki 10 destinasi wisata yang wajib dikunjungi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengakui kekayaan potensi pariwisata Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang. Sehingga Asian Games menjadi momentum bagus untuk memperkenalkan destinasi-destinasi tersebut.

“Palembang itu tidak kalah dengan destinasi-destinasi unggulan lainya seperti Bali dan Jogja. Petensinya lengkap, dan Asian Games merupakan momentum yang baik untuk mengangkat itu semua. Silahkan datang dan nikmati pesona Palembang,” kata Menteri asal Banyuwangi tersebut.

Promosi pun gencar dilakukan. Salah satunya dilakukan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumsel.

“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Sumsel serta Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Palembang telah mengajak kami untuk kolaborasi untuk, menyukseskan Asian Games 2018. Saat ini kami sedang proses menjalankannya dengan mempromosikan destinasi-destinasi yang ada di Sumsel, khususnya 10 destinasi unggulan di Kota Palembang,” ujar Ketua Harian GenPI Sumsel, Nanda Dadidud, Minggu (13/5) lalu, seperti dikutip dari kemenpar.go.id.

Adapun 10 destinasi unggulan tersebut, yaitu  Benteng Kuto Besak, yang merupakan keraton yang dibangun pada tahun 1780, yang juga merupakan pusat Kesultanan Palembang. BentengBenteng Kuto Besak sering menjadi venue penyelenggaraan berbagai festival dan panggung hiburan di Palembang. Viewnya ciamik berlatar belakang Sungai Musi dan Jembatan Ampera.

Kemudian Museum Balaputra Dewa yang berada di  pegunungan Bukit Barisan. Tepatnya di sisi barat Sumatera Selatan. Museum Balaputra Dewa menyimpan berbagai koleksi dari zaman pra-sejarah, zaman Kesultanan Palembang, hingga ke zaman Kolonialisme Belanda. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS), yang meruupakan taman yang mengoleksi benda-benda purbakala zaman Kerajaan Sriwijaya. Menurut interprestasi foto udara, lokasi TPKS juga merupakan tempat berdirinya Kerajaan Sriwijaya.

Selanjutnya, Museum Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II, yang berdiri di atas bangunan Benteng Koto Lama (Kuto Tengkurokato Kuto Batu) dimana Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dan Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) memerintah. Mirip dengan TPKS, SMB juga memilki benda-benda bersejarah. Kampung Kapitan merupakan kawasan yang sangat kental dengan akulturasi antara budaya Palembang dan Tionghoa. Nilai budaya yang sangat terlihat dari Kampung Kapitan adalah struktur bangunan rumah di sana. Bukit Siguntang yang berada Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I. Bukit Siguntang dulunya adalah sebuah tempat ibadah keluarga Kerajaan Sriwijaya, sekaligus tempat pertapaan. Terdapat pula banyak makam raja, bangsawan, dan pahlawan melayu Sriwijaya yang sering dijadikan tempat berziarah.

Juga terdapat Pulau Kemaro yang menyimpan sebuah legenda kisah cinta antara Siti Fatimah, putri Raja Palembang, yang dilamar oleh anak Raja China yang bernama Tan Bun Ann. Pulau Kemaro juga memiliki sebuah kelenteng Budha yang diminati para pengunjung.

Kampung Al-Munawar menjadi salah satu destinasi yang mulai diminati wisatawan. Kampung yang biasa disebut Kampung Arab oleh warga Palembang ini terletak di wilayah 13 Ulu, Palembang. Ada juga Museum Al-Quran Al-Akbar atau Museum Al Quran Raksasa di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, Palembang. Destinasi ini sangat Instagramable dan menjadi salah satu wisata religu unggulan Palembang, serta Jembatan Ampera tentunya sudah tidak asing lagi. Jembatan ini telah menjadi ikon kota Palembang selama puluhan tahun. Letaknya berada di tengah-tengah kota Palembang. (Hms/Vn)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »