TEGURAN PRESIDEN JOKO WIDODO KEPADA DIRUT BPJS KESEHATAN

Indikatornews.com

Pada acara Kongres XIV Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) di Jakarta Convention Center yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu 17 Oktober pagi, Ketua Umum PERSI Dr. Kuntjoro Adi Purjanto, menyampaikan permohonannya kepada Presiden agar tidak melupakan salah satu masalah utama yang dihadapi rumah sakit terkait banyaknya hutang BPJS Kesehatan yang belum terselesaikan.

 

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo menegur Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.  Menurutnya masalah defisit keuangan BPJS yang menyebabkan tanggungan pembayaran kepada rumah sakit di berbagai daerah masih menumpuk, tidak perlu terjadi bila Dirut BPJS dan Menteri Kesehatan dapat membuat sistem manajemen yang lebih baik. “Mestinya ada sistem yang jelas sehingga rumah sakit mendapatkan kepastian pembayaran”, katanya.

 

Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa sebetulnya masalah defisit keuangan BPJS harusnya hanya sampai tingkat Kementerian Kesehatan, bukan Presiden. Pemerintah pun sudah membantu menyelesaikan masalah defisit tersebut dengan menyuntikkan dana sebesar Rp. 4,9 triliun tetapi kemudian ternyata masih kurang lagi.

 

“Lah kok enak banget, kalau kurang minta, kalau kurang minta”, tambahnya. Walaupun ia mengerti bahwa tidak mudah mengelola BPJS Kesehatan, dengan membuat sistem manajemen yang baik tentu masalah defisit dapat diatasi. Presiden Jokowi juga meminta perhatian Menteri Kesehatan Prof. DR. dr. Nila Moeloek, Sp.M  yang juga hadir pada acara untuk bersama-sama dengan Direktur BPJS memastikan agar masalah ini tidak terulang kembali di tahun depan.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »