Tingkat Kunjungan Wisata ; Dibutuhkan SinergitasAntara Pemasaran, Branding Dan Promosi  

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Keanekaragaman Pariwisata dan Budaya Kabupaten Tasikmalaya yang meliputi Wisata Alam (Kawah/Gunung, Curug, Sungai, Situ, Air panas, Pantai, Gua, Agrowisata (Perkebunan teh), Taman lindung), Wisata Budaya (Situs Cagar Budaya, Kampung adat, Upacara adat, Lokasi ziarah, Musium) dan Wisata Buatan atau Binaan (Waterboom, Sirkuit Motorcross dan Desa Wisata), dengan strategi Penta Helix yang terdiri dari ABGCM (Akademisi, Bisnis, Goverment, Comunitas dan Media) menurut Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya Edi Herdiana melalui pemasaran pariwisata diharapkan  dapat menopang tumbuhnya perekonomian daerah serta mendukung pencapaian peningkatan PDB Nasional

Menurutnya, Pariwisata tidak akan lepas dari Media. Pihaknya membutuhkan media untuk mempromosikan. Selain itu, sinergitas antara pemasaran, branding serta promosi melalui media perlu dikuatkan. “Kedepan, dibutuhkan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah dengan Perhutani, karena lebih dari 80% kawasan wisata merupakan milik Perhutani,” harap Edi di kantornya, senin (18/3/2019)

Dia menjelaskan bahwa mereka (Perhutani) punya objek, sedangkan yang mengembangkan adalah pemerintah (Kabupaten dan Desa). “Perlu dibuat kerjasama saling menguntungkan,” tandasnya. Pada RPJMD telah dicantumkan Pariwisata sebagai salah satu visi pembangunan Kabupaten Tasikmalaya yang diikuti dengan penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran. “Penguatan kelembagaan termasuk penguatan sumber daya serta anggaran yang memadai, potensi pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya akan lebih tergali dan ditingkatkan kualitasnya,” pungkasnya

Curug Blek, Kawah Galunggung dan Kampung Adat Kampung Naga, potensi unggulan Wisata Kabupaten Tasikmalaya

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian Pariwisata RI Hariyanto, S.Sos, MM pada Bimtek Strategi Pemasaran Pariwisata di Era 4.0 di salah satu Hotel bilangan Jalan Yudanegara Tasikmalaya, sabtu (16/3/2019) menyatakan bahwa sektor pariwisata sebagai salah satu sektor strategis dalam pembangunan nasional selama satu dekade terakhir terus menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam menopang perekonomian nasional, khususnya dalam memperoleh devisa negara.

Nilai rata-rata pertumbuhan kedatangan wisatawan mancanegara Indonesia sebesar 8,7% per tahun (2010-2016), lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan dunia sebesar 3,47% per tahun. Pergerakan wisatawan domestik juga memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi tumbuhnya perekonomian daerah dan penopang perekonomian nasional dengan nilai rata-rata pertumbuhan perjalanan wisatawan sebesar 2% per tahun (2011-2015)

“Dibutuhkan strategi pemasaran yang bagus dan dievaluasi setiap tahun untuk memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara dan 375 juta wisatawan domestik tahun 2020,” ungkapnya.

Terkait kesiapan generasi milennial dalam memasarkan kepariwisataan di era digital (Industri 4.0), pihaknya memaparkan beberapa strategi online hasil evaluasi, diantaranya menurunkan biaya konektifitas (hot deals) saat pasar menurun, Competitive Destinasi Model (CDM) dimana wisatawan ‘dibombardir’ informasi pariwisata serta subsidi bagi wisatawan mancanegara (Incentive sales) yaitu kerjasama dengan maskapai charter dan beberapa wholesale (agen) yang membawa wisman ke Indonesia @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »