TREN

Indikatornews.com

Cantik dan renyah si kue jahe

Kue jahe  alias gingetbread terlihat amat semarak ketika memasuki bulan Desember. Ini karena di negeri Eropa tempat asalnya, kue jahe hadir untuk menyambut musim dingin. Pada saat musim dingin ini pula bertepatan dengan perayaan Natal. Maka tak heran penampilan si kue jahe ini dibuat semenarik mungkin untuk bisa dijadikan hiasan pesta Natal.

Di Indonesia kue jahe juga cukup dikenal dengan sebutan kue bangket. Meskipun mirip namun keduanya memiliki adonan yang berbeda.

Jika gingerbread atau kue jahe di negara Eropa umumnya dibuat menggunakan tepung terigu, maka variasi kue jahe khas Indonesia dibuat menggunakan tepung sagu. Sehingga kue jahe Indonesia alias kue bangket bertekstur lebih renyah.

Untuk tampilannya, gingerbread biasanya dicetak dalam bentuk orang namun saat ini semakin beragam cetakan yang digunakan, seperti pohon cemara, mobil, kereta santa, kepala rusa, kaos kaki, hati, bintang dan lain-lain. Dan biasanya diberi hiasan dengan icing sugar, aneka permen dengan bermacam warna-warni yang ceria.

Sedangkan kue bangket biasanya dicetak menyerupai ruas-ruas jahe, jadi seolah kita sedang memakan jahe. Sekarang, kue ini juga mengalami inovasi dalam rasa. Ada yang memadukan adonannya dengan pandan, kelapa parut, coklat dan bahkan keju. Tentunya ini semakin menambah sensasi rasa yang dapat dinikmati.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »