Usia untuk membaca

Indikatornews.com

Salah satu tantangan bagi orang tua saat ini adalah menentukan kapan anak mulai belajar CALISTUNG alias membaca, menulis dan berhitung.

Apalagi beberapa Sekolah Dasar (SD) mensyaratkan anak yang akan masuk Sekolah Dasar harus bisa membaca, menulis, dan berhitung. Tidak heran, banyak orangtua yang menyekolahkan dan memaksa anak harus bisa calistung saat duduk di pra sekolah.

Padahal perlu disadari dan diketahui para orang tua bahwa kemampuan membaca, menulis, dan berhitung bukanlah keterampilan yang dapat begitu saja dikuasai seorang anak. Terdapat keterampilan-keterampilan pendahuluan yang harus diberikan dan kemudian dimiliki anak untuk akhirnya anak bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Keterampilan pendahuluan agar bisa membaca yang  diberikan pada anak dapat dilakukan sejak usia anak amat dini, yaitu sejak anak sudah dapat merespon suara atau bunyi dan melihat benda di sekitarnya.

Mulailah dengan memperlihatkan dan membacakan buku cerita bergambar pada anak bayi anda, bacakanlah cerita tersebut dengan irama dan intonasi sesuai narasi cerita pada buku, dan lihatlah reaksi yang anak anda berikan, maka saat ini mereka sudah mulai belajar membaca pada tahap sangat awal.

Kemudian semakin bertambah usia anak balita anda, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah menanamkan rasa cinta membaca dengan mengenalkan buku bergambar pada anak.

Proses melihat gambar adalah bentuk membaca yang paling sederhana, sejak usia 1 – 5 tahun, anak diharapkan sudah memiliki ketertarikan untuk membaca (melihat) gambar, simbol, logo pada buku dan yang ada di lingkungan sekitarnya.

Pada usia 4–6 tahun, anak baru mulai diharapkan mampu membaca gambar, simbol, dan logo. Misalnya melihat gambar iklan di pinggir jalan atau melihat logo supermarket, membaca dengan pola ini diharapkan mulai dapat dikuasai anak pada usia 5–7 tahun.

Hal selanjutnya yang dapat dilakukan untuk memperoleh keterampilan pendahuluan adalah

  • Buat membaca bersama anak menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
  • Dorong keterampilan verbal anak, buat mereka berceloteh, bernyanyi, bersajak, bercerita, termasuk lelucon (berkelakar)

Semua keterampilan ini akan membantu proses membaca.

Anak-anak yang memiliki keterampilan secara natural, akan meminta untuk belajar lebih banyak. Sementara anak-anak yang belum siap tetap akan mendapat keuntungan dari buku yang dibaca bersama-sama, yang nantinya akan membuat proses membaca lebih mudah ketika saatnya tiba.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »