600 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Bea Cukai Tasikmalaya

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Hingga November 2020 Kantor Bea Cukai Tasikmalaya berhasil menyita 600 ribu batang rokok ilegal untuk distribusi Kota Tasikmalaya yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur (daerah produsen rokok) yang pada saat pandemi Covid-19 banyak didapatkan dari jasa titipan hingga Kantor Pos

Pernyataan itu disampaikan Kasie Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai Tasikmalaya Willy Prasetia saat Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai Bagi Lurah dan Ketua LPM Kota Tasikmalaya di Ball room Hotel Santika, rabu (25/11/2020)

Berdasarkan survey UGM, terang Willy peredaran rokok ilegal pada tahun 2018 masih dikisaran 7%. Dengan mengetahui dan memahami ketentuan cukai serta bagaimana cara mengidentifikasi rokok ilegal diharapkan sinergi antara bea cukai dan seluruh elemen masyarakat mampu untuk menekan angka peredaran rokok ilegal menjadi dibawah 3%

“Partisipasi seluruh elemen masyarakat minimal dengan menginformasikan kepada beacukai seandainya menemukan adanya ciri-ciri rokok yang ilegal untuk dapat segera kami tidaklanjuti,” harapnya

Ditambahkan, rokok ilegal ada lima (5) klasifikasi : palsu, polos, bekas, salah peruntukan dan salah personalisasi

Senada, Kabid Pendanaan, Pengendalian dan Evaluasi Bappelitbangda Kota Tasikmalaya Andriana Rivaldi berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam program pemerintah dalam penerimaan cukai dan memberantas peredaran rokok ilegal.

Dijelaskannya, tahun 2020 target Penerimaan negara (Pusat) dari Cukai sebesar Rp. 180 triliun. Rp. 160 triliun diantaranya dari cukai rokok dan sisanya (Rp. 20 triliun) cukai untuk minuman beralkohol dan alkoholnya

“Penerimaan negara tersebut dibagi hasilkan ke daerah-daerah dengan persentase 98% oleh Pusat dan 2% dibagikan ke daerah berdasarkan kategorinya. Kota Tasikmalaya masuk kategori penghasil cukai (bukan penghasil tembakau) ,” jelas Andriana

Menurutnya, tahun 2020 Kota Tasikmalaya rata-rata dapat Rp. 4,6 miliar yang sudah ditetapkan melalui SK dari Menteri Keuangan dan akhir tahun masuk ke kas daerah yang penyalurannya bertahap (tiga kali penyaluran)

“Berdasarkan aturannya, dana cukai ini 50% digunakan untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)/menanggung premi BPJS, sisanya untuk sosialisasi cukai dan pemberantasan cukai ilegal kerjasama dengan Satpol PP, Bea Cukai dan dibantuk pihak kepolisian,” ungkapnya @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »