Bank Sampah Berperan dalam Menangani Masalah Sampah Plastik dan Memiliki Nilai Ekonomi

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Program Bank Sampah merupakan salah satu terobosan dalam pengelolaan sampah yang memiliki peluang besar untuk menangani masalah sampah plastik di Indonesia dan contoh nyata dari gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dicantumkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. 13 tahun 2012

“Masyarakat yang selama ini menganggap sampah adalah sesuatu yang tidak berguna dan dibuang begitu saja, diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan harga,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Iwan Setiawan saat penilaian akhir Bank Sampah “TUGU HARAPAN” Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung, rabu (16/9/2020)

Selain menyadarkan masyarakat akan adanya nilai ekonomi pada sampah, tambah Iwan pengelolaan sampah melalui bank sampah dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA

“Dari 10 wilayah kecamatan di Kota Tasikmalaya, baru tiga wilayah masuk kategori TPS-3R yaitu Parakanyasag, Margabakti dan Panyingkiran,” jelas Iwan yang telah mengajukan ke provinsi tahun 2021 Sukamenak, Cibeureum dan Tuguraja menjadi TPS-3R

Untuk memotivasi masyarakat peduli sampah, pihaknya mengadakan penilaian ‘Piala ADIPURA lokal’  yang diwakili oleh satu kelurahan di setiap kecamatan yang nantinya ke-10 wilayah tersebut akan dijadikan wilayah ‘Zero Waste’

Bank Sampah TUGU HARAPAN per bulan sudah mengumpulkan omzet rata-rata hingga 1,2 ton sampah bernilai ekonomi per bulan dan terkumpul Rp. 19 juta selama 6 bulan dari 350 nasabah sampah (10%) dari jumlah KK di Kelurahan Tugujaya sebanyak 3.108 KK dengan 9 item sampah seperti Plastik, kertas/dus hingga besi/logam

“Penimbangan dilakukan 2 kali tiap selasa dan sabtu. Karena pandemi, sekarang hasil penimbangan di bagikan ke nasabah setiap bulan,” ujar Direktur Bank Sampah Tugu Harapan Hendi Riswandi

Sementara itu, Kepala Kelurahan Tugujaya Dudu, S.Sos, MM mengatakan selain struktur managemen bank sampah yang menjadi bahan penilaian, kepedulian pimpinan daerah dalam hal ini Lurah serta kebijakan Camat dalam pengelolaan sampah di wilayahnya menjadi bahan penilaian lainnya

“Kami mengalokasikan dana PIK dan Dana Kelurahan (DK) untuk sarana prasarana bank sampah serta berkoordiasi dengan Dinas LH menyediakan lahan carik Gunung Jambu seluas 150 bata yang akan menjadi sentra (depo) pengelolaan ssampah termasuk pengeloalaan sampah orghanik dari hulu ke hilir,” bebernya

Pihaknya terus meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menjadi nasabah serta upaya mempermudah transaksi dan pemasaran hasil

“Dengan memilah sampah dan mengirimnya ke bank sampah artinya kita sudah memperhatikan lingkungan kita dan mendukung masyarakat yang sehat yang pada akhirnya akan memperbaiki ekonomi,” pungkasnya @ Ayi Darajat

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »