‘Berdamai’ Dengan Alam, Minimalisir Bencana

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Momentum pemulihan dari pandemi Covid-19 saat ini menjadi sebuah peluang untuk menyelesaikan kemerosotan alam yang berakar dari aktivitas manusia. Berdamai dengan alam menjadi prioritas semua orang di planet bumi dalam meminimalisir bencana

“Penekanan kepada pencegahan dengan mengedukasi semua pihak untuk peduli terhadap bencana,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan terkait prioritas pada Musrenbang Sektoral BPBD Kota Tasikmalaya di gedung PPIK, senin (21/2/2021)

Peduli terhadap bencana terang Ivan artinya dapat mendeteksi hal-hal yang berpotensi menimbulkan bencana sehingga mendorong terhadap perilaku untuk bersahabat dengan bencana

Menurutnya, kebersihan lingkungan (jangan buang sampah ke selokan), memperlakukan lahan kritis dengan penanaman pohon untuk mencegah tanah longsor dan ciptakan kota hijau untuk ketersediaan oksigen menjadi salah satu cara perilaku mitigasi bencana

Senada, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar mengatakan bahwa keadaan alam yang tidak ramah saat ini akibat manusia tidak ‘ramah’ dan tidak menjaga alam

Bencana ini merupakan urusan bersama, sehingga diperlukan kolaborasi Pentahelix sampai kepada stake holder. Pentahelix ini (pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media) menjadi bagian tidak dapat dipisahkan dalam rangka penanganan kebencanaan

“Jangan hanya di wilayah penanganan saja tetapi lebih kepada wilayah pencegahan dengan cara mengenalkan bencana kepada masyarakat sehingga dengan mengenal bencana dapat mengurangi resikonya (harta benda maupun jiwa),” ujarnya

Pihaknya tidak pernah abai memberikan perhatian terhadap kondisi alam dan mengerahkan seluruh potensi yang ada (SDM dan Infrastruktur) siap siaga terhadap potensi kebencanaan.

Saat ini, sebagai kepanjangan tangan BPBD memiliki beberapa relawan di berbagai wilayah (kecamatan dan kelurahan) untuk mendeteksi kondisi alam terkini dengan patroli ke seluruh wilayah jika kondisi mendung, hujan atau angin besar dalam rangka memberikan supporting kenyamanan kepada masyarakat bahwa BPBD hadir di tengah jika terjadi bencana

“Tahun 2022, mudah-mudahan semua sudah terbentuk KATANA, Kelurahan Tanggap Bencana,” harap Ucu

Untuk penanganan pohon yang berpotensi membahayakan, evakuasi korban dalam posisi  ketinggian tertentu apalagi SOTK baru Damkar masuk pada BPBD, harap Ucu keberadaan mobil hidrolik (Crane) menjadi kebutuhan utama dan hal tersebut menjadi bagian yang diusulkan dan diajukan pada anggaran tahun 2022 @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »