Dicapoem Exhibition: Memandang Seni Dengan Puisi

Indikatornews.com

Kata ‘Dicapoem’ berasal dari gabungan kamera digital (DICA) dan puisi (POEM). Dicapoem merupakan seni multi-bahasa yang terdiri dari satu foto dan lima baris puisi dalam bahasa Korea (hangeul). Tema Dicapoem sangatlah beragam, meliputi alam, benda, dan manusia.

Dicapoem yang bertajuk “THE 6TH KOREAN ASSOCIATION OF CULTURE & ART FESTIVAL” ini merupakan rangkaian dari acara K-Festival 2019. Bertempat di Main Atrium Lotte Shopping Avenue, Jakarta, exhibition ini dihelat sejak tanggal 19 Oktober 2019 hingga 25 Oktober, mendatang.

Exhibition yang menggabungkan 17 organisasi seni berbeda ini memberikan nuansa baru dalam sebuah pameran. Di sini, kalian bisa melihat berbagai macam karya seni dari mulai lukisan, puisi, fotografi, hingga rangkaian bunga yang tidak biasa. Penulisan caption karya seni pun berupa sebuah rangkaian kata yang membentuk puisi singkat.

Berikut 17 organisasi yang meramaikan exhibition ini antara lain:

  • Gugak Sarang, merupakan grup yang melestarikan musik tradisional Korea yang terbagi menjadi perkusi, instrumental, hingga suara.
  • Korean Art Association Indonesia, didirikan tahun 2000 dengan tujuan untuk memperluas seni Korea dan Indonesia dengan harapan dapat memperluas hubungan budaya antar dua negara.
  • The Korean Writers Association in Indonesia, perkumpulan penulis Korea yang memiliki peran penting dalam menjaga kebudayaan Korea dan pertukaran budaya, juga banyak berpartisipasi dalam festival Korea.
  • Jakarta Photography Club, klub fotografi yang tak hanya mempelajari teknik fotografi, juga menjadikan klub sebagai wadah untuk bertukar informasi dan membangun pertemanan.
  • Korean Saxophone Club, yang bertujuan untuk menyalurkan hobi dengan bermain saksofon dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan budaya sosial di masyarakat.
  • Korea Calligraphy Association in Indonesia, sebuah grup kaligrafi dengan event tahunan yang digelar di Indonesia dan Seoul.
  • KISO – Korea Indonesia String Orchestra, perkumpulan yang melestarikan alat musik dan pertukaran budaya melalui instrumen orchestra.
  • Jakarta Father’s Ensemble
  • Arte Women’s Choir, perkumpulan perempuan di Jakarta yang menyukai musik dan bernyanyi.
  • Wol Hwa Cha Hoe, perkumpulan sosial yang menyukai teh Korea. Wol berarti “Bulan”, Hwa berarti “Cahaya”, Cha berarti “Teh”, dan Hoe berarti “Perkumpulan”.
  • Jakarta Korean Children Choir
  • Music Association, perkumpulan orang-orang dari dunia musik yang berkontribusi terhadap pengembangan musik klasik.
  • Han Ba Pae, merupakan sebuah grup yang memiliki ketertarikan terhadap perkusi tradisional Korea dengan bermain alat musik Korea, Pungmul dan Samul nori.
  • Jakarta Korean Dance Association, hadir dengan tujuan untuk mempromosikan budaya tradisional Korea melalui tarian.
  • FEBJ Jakarta Choir – FJCHOE
  • Korean Traditional Paper Art “Hanji”, grup pengrajin yang membuat kerajinan kertas tradisional Korea yang disebut Hanji sebagai salah satu barang tradisional Korea.

(nika rakasiwi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »