Diduga Pakai Ijazah Palsu Saat Pilkades, Kades Terpilih Dilaporkan ke Polisi

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Kemenangan dan penetapan Dendi Herdiawan sebagai Kepala desa terpilih Desa Cikadu Kecamatan Cisayong pada Pilkades serentak di Kabupaten Tasikmalaya tanggal 8 April 2021 menyisakan persoalan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu

Kasus ini mencuat bermula saat ada desakan dari masyarakat kepada panitia 11 untuk membuka semua berkas calon kepala desa Cikadu periode 2021-2027 disaksikan Camat Cisayong akibat 2 balon tidak lolos verifikasi dan beberapa saksi mendokumentasikan berkas balon khususnya berkas incumbent dan mendapatkan beberapa kejanggalan

Salah satu balon yang lolos verifikasi dan 2 balon yang tidak lolos verifikasi saat pendaftaran serta beberapa tokoh masyarakat melaporkan soal dugaan tindak pidana penyalahgunaan tentang surat menyurat atau data pribadi yang dilakukan kepala desa terpilih kepada polisi setelah melakukan investigasi ke PKBM PANBI di Jakarta hingga dua kali kunjungan

Ketua dan Wakil Ketua Panitia Pilkades Desa Cikadu menunjukkan berkas ijazah incumbent sebagai pembanding berdasarkan verifikasi Pilkades tahun 2015


“Sebelumnya kami telah melayangkan
surat pengaduan terkait adanya temuan pada berkas verifikasi kepada panitia 11, pihak kecamatan dan Pemdes Kabupaten Tasikmalaya sebelum melaporkan ke pihak berwajib,” ujar tokoh masyarakat Endang Tarsono di Desa Cikadu, jumat (16/4/2021)

Pihaknya melihat adanya kejanggalan ijazah paket A, B dan C serta keterangan pendukungnya termasuk Surat Keterangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Pembina Anak Bangsa Indonesia (PKBM PANBI) Jakarta nomor 06/III/PB/JP/2021 tanggal 23 maret 2021 bahwa terlapor tidak pernah mendaftar di PKBM PANBI dan pihaknya tidak pernah mengeluarkan tiga (3) paket ijazah terlapor

“Surat keterangan bermaterai ditandatangani Kepala PKBM PANBI Ir. Sukimin,” jelas Endang

Berdasarkan Perbub 37/2017 pasal 31, tambah Arif Rachman hakim (pelapor) mestinya temuan dugaan pemalsuan ijazah paket A,B dan C yang dilaporkan ditindaklanjuti Panitia 11 dengan klarifikasi pada pihak terkait (PKBM PANBI) karena masih ada waktu untuk verifikasi ulang sebagai syarat administratif sebelum penetapan nomor urut tanggal 27 Maret 2021

Terpisah, Ketua panitia Pilkades Desa Cikadu Kuswandimenjelaskan bahwa tahapan Pilkades telah berjalan sesuai prosedur hingga proses penetapan kepala desa terpilih

Terkait aduan masyarakat akan dugaan incumbentmenggunakan ijazah palsu, pihaknya memegang dokumen pencalonan pertama (2015) yang menunjukkan bahwa incumbent telah memiliki ijazah paket A,B dan C sebagai pembanding

“Kami pastikan besok (17/4) berangkat ke PANBI dan membawa dua dokumen ; yang kami miliki dan dokumen dari aduan masyarakat. Untuk memastikan mana dokumen yang asli, jelas wakil panitia GanGan Nugraha

Selanjutnya, terang GanGan apabila dokumen ternyata palsu, pelaksanaan pelantikan akan tetap dilaksanakan sesuai pasal 65 ayat 4 setelah pembuktian secara hukum. Jika putusan hukum ternyata benar palsu, Bupati akan langsung memberhentikan kepala desa tersebut dan diganti oleh PAW/Plt dari Setda Kabupaten Tasikmalaya

Sementara, Kepala Desa Cikadu terpilih Dendi Herdiawan saat dihubungi melalui saluran Whatapp terkait dugaan ijasah palsu yang muncul di masyarakat mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. “Itu tidak betul dan nanti panitia sebelas akan datang ke PKBM PANBI menanyakan langsung kebenarannya,” kata Dendi singkat @ Ayi Darajat  




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »