Empat Prioritas Pembangunan Daerah Yang SelarasDengan Sasaran Dan Prioritas Pembangunan Provinsi

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2020 yang merupakan penjabaran dan implementasi tahun ketiga RPJMD tahun 2017-2022 memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu satu (1) tahun. RKPD juga disusun dengan berpedoman kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan program strategis nasional serta RKPD Provinsi Jawa Barat.

“Ada 2.200 usulan kegiatan dari bidang Pemerintahan, Sosial Budaya termasuk keagamaan, ekonomi dan infrastruktur dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 1,6 Triliun dengan proyeksi APBD sebesar Rp. 2,5 triliun,” ungkap Walikota Tasikmalaya Budi Budiman pada Penutupan Mesrenbang RKPD Kota Tasikmalaya tahun 2020 di Gedung Sebaguna, selasa (12/3/2019)

Wakil Walikota Tasikmalaya H. Muhammad Yusuf menandatangani berita acara Hasil Musrenbang RKPD Kota Tasikmalaya Tahun 2020 disaksikan Walikota dan Staf Ahli dari Provinsi DR. Ir. Hadadi

Dijelaskan Walikota, tujuan pelaksanaan Musrenbang RKPD tahun 2020 adalah menyepakati permasalahan dan prioritas pembangunan daerah, program, kegiatan, pagu indikatif, target kinerja, indikator dan lokasi kegiatan serta penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi dan pusat. “Tingkat keterukuran setiap program, kita mendapat nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (Sakip) BB. 99% kegiatan dapat dilaksanakan, dengan optimalisasi penyerapan anggaran 97%,” papar Budi

 

Tahun 2019 Pemkot mendapat bantuan keuangan dari provinsi sebesar Rp. 319 milyar yang akan diselaraskan dengan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi diantaranya pengembangan Destinasi Wisata Situ Gede seluas 40 hektar, Jembatan yang menghubungkan Kota dengan Kabupaten Tasikmalaya di Leuwibudah dengan Sukaraja, Jembatan Gobang di Singkup dengan Manonjaya dan Taman di Padayungan (bekas lahan pertambangan) seluas 1,5 hektar untuk memecah keramaian di pusat kota. “Padayungan akan menjadi titik 0 KM Kota Tasikmalaya dimana Tugu Adipura yang sempat menjadi polemik ditempatkan di titik itu,” jelas Budi

Selain itu, Lanjut Budi akan dilaksanakan pembangunan tiga (3) jembatan di jalan lingkar utara, Flyover, Pendopo, pembangunan Asrama haji seluas 5,6 hektar, pembangunan venue olahraga jelang Porda 2022 dimana Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah serta aksesibilitas internet dengan pemasangan fiber optik senilai Rp. 4,6 milyar

 

Sebelumnya, DR. Ir. Hadadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakan Provinsi Jawa Barat mengharapkan Musrenbang SKPD Kota Tasikmalaya bisa mencapai rumusan yang cukup efektif, efisien sesuai dengan anggaran yang ada serta terintegrasi dengan program Provinsi dan program nasional. “kami mengajak seluruh stakeholder agar melakukan sinergi dan kolaborasi serta cara-cara baru yang inovatif dengan provinsi untuk mewujudkan Jabar Juara lahir bathin,” pungkasnya @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »