Hari Pohon se-Dunia, Plt. Walikota Ingatkan Kerusakan Hutan dan Ruang Terbuka Hijau

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Plt Walikota Tasikmalaya H. Muhammad Yusufmengingatkan tentang Kerusakan lingkungan hidup termasuk kerusakan hutan dan pencemaran udara (polusi) serta lahan gersang pada Hari Pohon se-Dunia saat mengisi kegiatan penanaman pohon yang diinisiasi Padepokan Kampung Salapan di Hutan Urug Kecamatan Kawalu, sabtu (21/11/2020)

Yusuf mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengajak seluruh komunitas dan warga yang hadir untuk dapat melestarikan dan menjaga alam dari kerusakan dan berharap kegiatan seperti ini terus dijaga keberlanjutannya sebagai bentuk kecintaan terhadap lingkungan

“Peringatan hari pohon se-dunia merupakan bentuk kecintaan dan kepedulian kita terhadap bumi. Menjaga dan melestarikan hutan serta lingkungan untuk masa depan generasi muda,kata Yusuf

Menurutnya, hutan berperan sebagai pengatur tata air /penyangga kehidupan dan sumber energi dan jasa lingkungan lainnya termasuk penghasil oksigen, rekreasi dan konservasi keanekaragaman hayati. Kerusakan hutan dan lingkungan akan berdampak terhadap kondisi lingkungan ; bencana banjir, longsor dan kekeringan atau gersang serta polusi udara

“Sesuai dengan prinsif kelestarian, laju kerusakan hutan harus kita cegah sampai ambang batas minimal,” ungkap Yusuf yang prihatin hutan di Indonesia mengalami kerusakan lebih 2 juta hektar per tahun

Selain menjaga hutan, Yusuf pun mengingatkan tentang ruang terbuka hijau (RTH) dimana seluruh pembangunan harus memperhatikan ruang terbuka hijau (menyediakan 30% RTH) dengan menanami pohon sebagai penghasil oksigen dan menjadi paru-paru kota

Sementara itu, Ketua Pedepokan Kampung Salapan dan Pembina LMDH Dian Hadianto mengatakan bahwa hutan menjadi kewajiban bersama untuk merawatnya dengan menjaga kelestariannya. Dia bangga Kota Tasikmalaya masih memiliki kawasan hutan yang cukup luas (320 hektar) yang bersama seluruh elemen menjaga dan menertibkan serta kenyamanan di lingkungan sehingga dapat berdampak pada wisata

“Wisata bukan sebuah tujuan, tetapi efek dari ketertiban dan rasa tanggung jawab semua termasuk media dalam memberikan informasi dan bagian dari edukasi,” jelasnya

Keberadaan hutan Urug dan menjaganya untuk menjaga keseimbangan alam. Hutan Urug, tambah Dian bisa mewakili hijaunya Kota Tasikmalaya dan mendukung pembangunan Kota Tasikmalaya yang menyediakan 30% ruang terbuka hijau

Pihaknya berharap Pemerintah, Perhutani, masyarakat dengan LMDH (Lembaga masyarakat Desa Hutan)nya serta Padepokan Cagar Budaya Kampung Salapan inten dan serius menjaga dan melestarikan hutan Urug.

“Ini adalah bagian dari cagar budaya dimana didalamnya ada Goa Sarongge yang ada di luar kawasan hutan. Sedangkan wisata adalah efek dari ketertiban yang dibangun,” tandas Dian




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »