Hore! Depok Dapat Tambahan Rumah Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Depok, Indikatornews.com – Kabar gembira buat warga Depok. Kota kecil di perbatasan Jakarta yang menjadi kota pertama ditemukannya kasus virus corona di Indonesia pada Maret lalu, kini memiliki tambahan fasilitas rumah khusus isolasi mandiri untuk menangani pasien Covid-19.

Rumah khusus isolasi mandiri itu berada di kawasan Pondok Cina, tepatnya di RT 03/RW 03  Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Depok. Rumah singgah ini berdiri berkat kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan Health Care Barisan Bangun Negeri (BBN).

Koordinator Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19  Kota Depok Sidik Mulyono merespons positif inisiatif BBN untuk mengadakan rumah singgah. Dirinya menyadari, dalam upaya penanganan penyebaran Covif-19 di Kota Depok, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Keberadaan komunitas menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan. Karena itu, kerjasama yang dibangun ini mudah-mudahan berdampak positif terhadap masyarakat,” ujarnya.

Dilansir dari berita.depok.go.id, sebelumnya Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok mengadakan acara edukasi covid-19 kepada masyarakat di RW 03 Pondok Cina. Setelah mengikuti acara edukasi ini, masyarakat memiliki rasa empati utk melindungi diri, kekuarga, dan orang lain terutama yang ada di lingkungan mereka. Jadi keberadaan rumah singgah ini juga mendapat dukungan dari masyarakat.

Perwakilan Tim BBN sekaligus Penanggungjawab Rumah Teduh Sahabat Iin Jakarta, Mada, mengatakan, fasilitas tersebut rencananya dipergunakan pada akhir Oktober atau awal November 2020.  Rumah berlantai dua ini, bisa digunakan maksimal lima belas orang.

“Mereka yang berada di rumah singgah ini, syaratnya hasil positif pada swab PCR. Jadi, kalau bergejala namun belum tes swab tidak bisa kita terima,” katanya, Jumat (23/10).

Ditambahkan, selanjutnya pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok untuk melakukan screening terhadap setiap pasien. Apabila gejalanya masuk kategori berat, maka langsung dirujuk ke rumah sakit.

Mada menuturkan, perkembangan pasien di rumah singgah akan dipantau secara intensif. Baik oleh UPTD Puskesmas Kemiri Muka maupun Tim Medis BBN. “Kita dukung kebutuhan makanan, minuman, termasuk obat. Semuanya disediakan secara gratis,” katanya. ***




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »