Kemenpar Dukung Pameran Adiwastra Nusantara 2018 

Jakarta, Indikatornews.com – Sebanyak 450 peserta dari 33 Provinsi, siap meramaikan Pameran Adiwastra Nusantara 2018, yang digelar di Hall A dan B Jakarta Convention Center (JCC) mulai tanggal 11 hingga 15 April 2018 mendatang.

Pameran kain terbesar di Indonesia ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata.

“Hanya Papua saja yang tidak ada, karena tidak memiliki kain. Wastra (kain) ini merupakan identitas bangsa ini. Misalnya jika menyebut Batik sudah pasti itu Indonesia. Jika menyebut Tanjak itu berasal dari Palembang. Inilah modal kita yang akan kita jual keluar negeri,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana saat jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (21/3).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar menjelaskan, pameran tersebut Mengusung tema “Nuansa Kekinian dalam Balutan Wastra Adati Nusantara” ini, akan menampilkan karya wastra adati atau kain tradisional unggulan dari seluruh daerah di Indonesia. Serta usaha rintisan berbasis e-commerce yang digeluti oleh kaum muda dan menjadi ajang unjuk rupa start-up company dibidang wastra.

“Pameran kali ini merupakan paradoxical. Kita gunakan era kekinian untuk merevitalisasi budaya tradisional. Budaya modern yang berbau digitalisasi dengan menampilkan sisi ketradisionalan,” ujar Pitana.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Penyelenggara Pameran Adiwastra Nusantara 2018, Wida D. Herdiawan mengungkapkan, tahun ini akan menargetkan 60 ribu pengunjung, yang diselenggarakan selama lima hari, mengingat Pameran Adiwastra Nusantara tersebut sudah memasuki tahun ke-11.

“Tahun lalu kita mencatat transaksi langsung selama penyelenggaran mencapai Rp.50 miliar. Tahun ini kami targetkan naik 10 persen menjadi Rp.60 miliar. Dengan taget pengunjung sebanyak 60 ribu,” jelasnya.

Pameran Adiwastra Nusantara 2018 kali ini akan menampilkan pegelaran busana rancangan para desainer muda alumni dari Esmod Jakarta, bernuansa etnik atau kombinasi wastra adati dengan desain kekinian yang mulai menjadi trend. Bukan hanya di komunitas generasi yang lebih tua, namun juga di kalangan generasi milenial.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief yahya mengapresiasi gelaran Pameran Adiwastra Nusantara 2018 yang secara sustainable berlangsung hingga saat ini.

“Pameran ini bisa menjadi referensi perkembangan terkini dari trend batik, tenun, songket, dari berbagai daerah yang punya karakter masing-masing,” ujarnya.

Menurut Arief, kreatifitas kain-kain tradisi budaya nusantara itu tentu akan dimentori oleh Bekraf. Ketika sudah mulai dipamerkan, dikomersialisasi, dan dipromosikan untuk memperkuat destinasi wisata, sudah menjadi tugas dan wilayah Kemenpar.

“Pameran yang menampilkan kain-kain unggulan warisan budaya itu, menjadi bagian dari Pesona Indonesia,” tambah Menpar Arief.(Hms/Vn)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »