Ketua Umum PSSI meminta liga 1 diperjelas, serta meminta izin kepada pihak kepolisian

Indikatornews.com

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule meminta tolong kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Idham Azis untuk memberikan izin kembali digelarnya Liga 1 demi pemain, pelatih dan klub.

Semenjak dihentikannya kompetisi akibat pandemi Covid-19, pemain dan pelatih menjadi pihak yang paling merasakan dampak negatif, terutama dari sisi pendapatan. Mereka hanya menerima 25 persen gaji seiring dihentikannya kompetisi Liga 1. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, pemain rela beralih profesi sementara, mulai menjadi satpam sampai membuka usaha dadakan. Lainnya, memilih bertahan dari sisa tabungan dan main di pertandingan Tarikan Kampung (Tarkam).

Edo Febrianysah mengaku dampak psikologis setelah vakumnya Liga 1 2020 akibat virus corona mulai terasa. Liga 1 2020 sudah beberapa kali tertunda karena tidak mendapatkan izin dari kepolisian. (Dok. Persita Tangerang)

“Jadi sekali lagi saya memohon kepada pihak pemerintah dan Kepolisian Indonesia dengan hormat, tolong lihat para pemain dan pelatih yang sudah betul-betul susah sekali sekarang. Klub juga sudah banyak yang teriak kepada kami karena sponsor tidak ada, bisa hancur nanti kalau terlalu lama [liga berhenti],” kata Iwan Bule saat hadir di final IFEL, Minggu (15/11).

Sejak pertama kali kompetisi dihentikan akibat pandemi Covid-19 pada Maret lalu, pihak kepolisian belum kembali memberikan izin. Rencana memutar kembali kompetisi pada 1 Oktober 2020 pupus lantaran izin keramaian dari Polri tidak keluar.

“Saya sudah berulang kali [memohon supaya Liga bisa kembali jalan]. Terakhir saya sudah kirim surat juga ke beliau, ke Kapolri. Saya belum tahu sampai sekarang jawabannya belum ada.”

“Mungkin bisa ditanyakan ke beliau [Kapolri] lah ya bahwa kita berharap sekali, memohon sekali [liga bisa jalan] karena kasihan pelatih sudah menjerit kepada saya demikian pemain dan sebagainya. Upaya saya sudah maksimal, jadi tinggal pemerintah dan Polri memberikan izin saja,” tutur Iwan Bule.

(Maulydil Rafly Winata)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »