Masuk AKB Dan Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19, Populasi Kunci di-Swab Test  

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Memasuki era new normal pasca dicabutnya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) serta mencegah terjadinya second wave pandemi Covid-19 dan tidak terkendali penanganannya, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya melakukan Rapid test dan swab massal

“Diantaranya mampu mengendalikan Covid-19 dan penguatan di traching (pelacakan kasus). Sebagai antisipasi, munculnya second wave saat terjadi pelonggaran,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dr. Heru Suharto, MMKes

Kabupaten Tasikmalaya, terang Heru berada di zona biru pandemi Covid-19 dengan tidak ditemukannya kasus baru terkonfirmasi positif dengan trend melandai.

Terpisah, Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) bidang operasi di Gugus Tugas Penaganan Covid-19 Atang Sumardi mengatakan bahwa test massal dilakukan terhadap populasi kunci yang berpotensi terjadinya kasus baru Covid-19.

Kabid P2P DKPP Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi

Rapid Test dilakukan terhadap anggota DPRD dan beberapa staf serta 250 anggota Komisi Pemilihan Umum di lima (5) kecamatan masing-masing 50 orang. Kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Tasikmalaya trend nya melandai dan pada penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)/PSBB III tidak ditemukan kasus baru

Sedangkan swab massal dilakukan di seluruh kecamatan yang dilaksanakan di 40 puskesmas yang ada di kabupaten Tasikmalaya dengan 1.314 orang yang di swab selama 8 hari mulai tanggal 23 Juni hingga kamis 2 Juli 2020

Satu hari dilaksanakan di 5 puskesmas dengan rata-rata 100 orang per hari,” jelas Atang yang merupakan Ketua Satgas Dinas Kesehatan di kantornya, selasa (30/6/2020)

Targetnya adalah populasi kunci seperti tokoh agama/ulama dimana akan memasuki ajaran baru dan kedatangan santri dari daerah lain (zona pandemi yang berbeda), para pedagang pasar yang sering berinteraksi termasuk tenaga kesehatan dan Dinas Kesehatan sendiri. “Seluruh hasil swab test dikirim ke Labkes provinsi dan diharapkan semua hasilnya negatif,” harap Atang

Menurutnya, Adaptasi Kebiasan baru (new normal) pada prinsifnya menerapkan protokol kesehatan (pakai masker, sosial distancing/jaga jarak serta rajin cuci tangan di bawah air mengalir serta menggunakan hand sanitizer), Germas (makan sayur dan buah-buahan, olahraga dan istirahat yang cukup) untuk meningkatkan imunitas serta PHBS dengan menjaga kebersihan lingkungan @ Ayi Darajat




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »