MENGENAL 6 RAGAM VARIAN MENU BUBUR KHAS TRADISIONAL

Indikatornews.com

Kuliner nusantara mempunyai khazanah cita rasa yang begitu kaya, salah satunya adalah bubur. Makanan tradisional ini merupakan salah satu makanan yang memiliki banyak macam jenis varian sesuai dengan ciri khasnya. Ada bubur ayam, bubur sumsum, bubur kacang hijau, bubur cendil, bubur suro, bubur ketan hitam, bubur mutiara, dan masih banyak lagi.

Tak lazim rasanya jika kita pencinta kuliner belum mencicipi bubur tradsional tersebut. Mari kita tes, seberapa tahu ‘kah kalian dengan bubur asli khas tradisional ini?

  1. Bubur Ayam

Bubur ini sering sekali dijumpai sekeliling kita baik yang jualan di pinggir jalan maupun yang lewat depan rumah. Bubur ini menjadi menu sarapan favorit di pagi hari. Macam-macam bubur ayam juga memiliki ciri khas di daerahnya masing-masing.

  1. Bubur Sumsum

Bubur ini terbuat dari tepung beras yang lembut dengan memberikan kenyaman di mulut dan perut. Warna putih dan rasa manis yang terdapat di bubur ini memiliki filosofinya, yaitu  kesejahteraan, rasa terima kasih, manisnya kehidupan, dan kebahagiaan.

Bubur susum juga diartikan sebagai makanan yang membawa kekuatan dan kedekatan pada masyarakat. Rasanya sangat pas untuk membantu melepas rasa lelah terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan.

  1. Bubur Kacang Hijau

Bubur khas madura ini memiliki bahan dasar dari kacang hijau yang merupakan palawija yang sangat terkenal di kawasan tropika. Makanan ini pun juga mempunyai banyak manfaatnya bagi kesehatan, yaitu dapat mengobati anemia, menurunkan berat badan, mengobati diabetes, menguatkan tulang, dan menjaga kesehatan jantung.

  1. Bubur Cendil

Bubur ini menjadi menu favorit di bulan ramadhan, biasanya dapat ditemukan di penjual takjil bersama dengan jenis bubur lainnya. Tak hanya itu saja, sajian untuk bubur cendil ini memiliki filosofi sebagai bentuk rasa syukur, seperti hidangan untuk acara selamatan waktu memulai panen.

Selain itu, makanan ini juga hadir sebagai menu hidangan utama di acara tujuh bulanan kehamilan, hal ini salah satu dari adat Jawa. Bahan-bahan yang terdapat pada bubur cendil merupakan sumber energi yang tinggi. Manis pada saus santannya dapat menyatukan rasa syukur terhadap apa yang telah diberikan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  1. Bubur Suro

Bubur suro adalah hidangan yang disajikan pada tahun baru Islam. Pada kalender Jawa, yakni bulan sura/satu suro adalah hari pertama yang bertepatan pada tanggal 1 Muharram Hijriyah. Yang dilansir oleh kompas.com bubur ini menjadi lambang untuk perayaan tahun baru Islam, dan karnanya harus dibaca, di lihat, dan ditafsirkan sebagai alat. Dalam bahasa Jawanya disebut dengan ube rampe.

Bubur suro memiliki rasa yang gurih dan terdapat sedikit rasa pedas. Bubur ini dibuat dengan bahan beras, santan, garam, jahe, dan sereh dan diatas buburnya ditaburi serpihan jeruk Bali dan bulir-bulir buah Delima.

 

  1. Bubur Ketan Hitam

Bubur ini merupakan hidangan penutup yang memiliki citara rasa yang manis, gurih, dan lumer di mulut. Makanan ini memiliki sejarah dan filosofinya. Konon, ketan hitam ini sudah ada sejak zaman kerjaan majapahit, kata Chef Ucu Sawitri yang di lansir oleh kompas lifestyle. Makna filosofi pada bubur ketan hitam yaitu terdapat kebersamaan dan menyatukan.

Jadi, mana saja nih yang menjadi menu favorit kalian?

(Antania Hanjani)

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »