Mengenal Gerbang Ibu Kota Baru

Indikatornews.com

 

Jika Jakarta “pensiun” dan  ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur, maka di lokasi antara Balikpapan dan Samarinda, yaitu Bandara Sultan Aji ini akan menjadi pintu gerbang ke Ibu Kota RI.

 

Salah satu butir pertimbangan mengapa Presiden Joko Widodo menganggap lokasi iitu cocok, antara lain, juga karena adanya infrastruktur Bandara Sepinggan, juga Bandara Samarinda, serta  Jalan Tol Balsam (Balikpapan- Samarinda), di samping ketersediaan lahan dengan sumber air yang cukup.

 

Hanya berjarak 11 km dari jantung Kota Balikpapan, Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman  berdiri tidak jauh dari bibir pantai. Dengan terminal megah dan serba modern, tertata dan bersih, Bandara Sultan Aji adalah gerbang udara yang pantas bagi Kalimantan Timur, daerah  yang selama ini dikenal kaya akan sumberdaya alam minyak bumi, gas, dan batubara itu.

 

Bandara ini terhampar di areal seluas 300 hektar dan  memiliki apron lebar yang mampu menampung 12 pesawat berbadan sedang, semacam Boeing 737 atau Airbus 330 merapat sekaligus pada  bangunan terminal. Masing-masing dilengkapi dengan satu garbarata (tangga belalai) untuk melayani penumpang turun dari pesawat menuju de lobi kedatangan, atau sebaliknya dari ruang tunggu ke pesawat.

 

Dikelola oleh Angkasa Pura I, Sultan Aji punya reputasi yang tertib dan efisien. Bahkan di tahun 2019 ini Sultan Aji  meraih penghargaan bergensi sebagai bandara terbaik Asia-Pasifik untuk katagori 5 – 15 juta penumpang. Ia meraih predikat-predikat yang terpenting seperti Best Environment and Ambience, Best Customer Service, danBest infrastructure and Facilitation. Sebelumnya, tahun 2018  Bandara Sultan Aji sudah meraih sebagai yang Terbaik Kedua.

 

Penghargaan itu diberikan oleh Airport Council International (ACI), badan yang otoritatif dalam menilai manajemen  kebandaraan. Kemenangan Sultan Aji iitu diumukan Maret lalu, melalui  program tahunan  Airport Service Quality (ASQ) Awards 2018. Prosesi penganugerahan ASQ Awards  itu akan digelar pada ICI Global Summit di Bali awal September 2019 ini.

 

Dimulai sebagai lapangan terbang sederhana (air strip) di era Kolonial Belanda, lalu menjadi pangkalan udara darurat di era pendudukan Jepang, bandara ini kemudian tumbuh sebagai gerbang udara masuk ke Kalimantan Timur. Angkasa Pura menggelolanya mulai 1987, dan sejak 1990-an  Sepinggan dibangun dengan berbagai fasilitasnya  hingga menjadi bentuk yang sekarang. Dengan menyandang nama baru Sultan Aji Muhammad  Muhammad  Sulaiman (diambil dari nama raja Kutai di abad 19), sejak 1995 ia sudah menjadi bandara internasional.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »